Jakarta, MI - Operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyeret kepala daerah. Bupati Sukoharjo Etik Suryani terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026) malam.
Kabar penangkapan itu dibenarkan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Ia mengungkapkan bahwa OTT tersebut merupakan bagian dari penyelidikan tertutup yang tengah dilakukan lembaga antirasuah.
Dalam operasi itu, KPK mengamankan lima orang, termasuk Etik Suryani. Seluruh pihak yang diamankan lebih dulu menjalani pemeriksaan awal di Mapolresta Surakarta sebelum dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
KPK juga mulai mengungkap perkara yang tengah diusut. Etik diduga melakukan pemerasan terhadap perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Meski demikian, identitas empat orang lainnya serta konstruksi lengkap perkara masih didalami penyidik.
Profil Etik Suryani
Etik Suryani lahir pada 15 Maret 1963. Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu menjabat sebagai Bupati Sukoharjo selama dua periode, yakni 2021-2025 dan 2025-2030.
Ia resmi memulai periode keduanya pada 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Etik merupakan istri dari Wardoyo Wijaya, mantan Bupati Sukoharjo yang memimpin daerah tersebut pada periode 2010-2015 dan 2016-2021.
Harta Kekayaan Capai Rp7,81 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 29 Februari 2024, Etik Suryani memiliki total kekayaan sebesar Rp7.815.328.777.
Sebagian besar hartanya berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp4,795 miliar. Etik tercatat memiliki enam bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri, termasuk aset warisan.
Selain itu, ia melaporkan dua kendaraan, yakni Toyota Minibus dan Toyota Vellfire, dengan nilai keseluruhan Rp475 juta.
Etik juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp1,443 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp1,102 miliar.
Dalam LHKPN tersebut, Etik tidak mencantumkan kepemilikan utang sehingga total kekayaan bersih yang dilaporkannya mencapai Rp7,81 miliar.
