BREAKINGNEWS

Direktur FBI Temui Prabowo, Puluhan Artefak Budaya RI yang Diselundupkan ke AS Dipulangkan

Direktur FBI Temui Prabowo, Puluhan Artefak Budaya RI yang Diselundupkan ke AS Dipulangkan
Direktur FBI Temui Prabowo, Puluhan Artefak Budaya RI yang Diselundupkan ke AS Dipulangkan

Jakarta, MI– Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, di kediamannya di Kertanegara, Jakarta. Pertemuan itu menjadi momentum penting bagi Indonesia setelah sejumlah artefak budaya yang sebelumnya diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat resmi dipulangkan.

Dalam pertemuan tersebut, Kash Patel secara langsung menyerahkan artefak-artefak budaya kepada Presiden Prabowo sebagai hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dengan FBI dalam mengungkap dan mengembalikan benda-benda bersejarah yang keluar dari Indonesia secara ilegal.

Presiden Prabowo menerima Patel didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BIN M. Herindra, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Ketua Komisi I DPR Budisatrio Djiwandono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan, pemulangan artefak tersebut merupakan hasil kolaborasi panjang antara Indonesia dan FBI dalam melacak asal-usul benda budaya yang telah diselundupkan ke luar negeri.

"Beliau juga membawakan artefak budaya yang merupakan kerja sama dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dengan FBI, yaitu pengembalian benda-benda budaya yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal," ujar Fadli Zon.

Fadli menjelaskan, seluruh artefak yang dipulangkan telah melalui proses penelitian asal-usul (provenance research) untuk memastikan kepemilikannya sebagai warisan budaya Indonesia sebelum akhirnya dikembalikan.

"Setelah dilakukan provenance research atau penelitian asal-usul, benda-benda itu kemudian dikembalikan dan dibawa langsung oleh Bapak Kash Patel kepada Presiden Prabowo Subianto," katanya.

Artefak yang berhasil dipulangkan berasal dari Papua dan merupakan warisan budaya masyarakat suku Dani, suku Asmat, serta komunitas adat di kawasan Danau Sentani. Benda-benda tersebut dinilai memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas bangsa yang sangat tinggi.

Fadli menegaskan, keberhasilan repatriasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengembalikan hak bangsa atas kekayaan budaya yang selama ini berpindah secara ilegal ke luar negeri.

"Ini merupakan benda-benda yang sangat berharga karena proses repatriasi ini merupakan upaya kita untuk memulihkan kedaulatan budaya kita," tegasnya.

Pemerintah menyatakan kerja sama dengan FBI dalam pengembalian artefak budaya telah berlangsung selama beberapa tahun. Sebelumnya, lembaga penegak hukum Amerika Serikat itu juga membantu memulangkan berbagai benda bersejarah Indonesia, termasuk arca perunggu dan koleksi dari sejumlah situs budaya.

Selanjutnya, artefak yang telah kembali ke Tanah Air akan dipamerkan di Museum Nasional agar dapat dipelajari dan dinikmati masyarakat. Pemerintah juga berkomitmen memperkuat kerja sama internasional dalam upaya repatriasi dan restitusi benda-benda budaya Indonesia yang masih berada di luar negeri.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Direktur FBI Temui Prabowo, Puluhan Artefak Budaya RI yang Diselundupkan ke AS Dipulangkan | Monitor Indonesia