BREAKINGNEWS

Indonesia Masih Darurat Narkoba, BNN Sita 12,3 Ton Barang Bukti dan Putus Perputaran Uang Rp16,5 Triliun

Indonesia Masih Darurat Narkoba, BNN Sita 12,3 Ton Barang Bukti dan Putus Perputaran Uang Rp16,5 Triliun
Ilustrasi barang bukti narkoba.

Bogor, MI – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap gambaran serius ancaman narkotika di Indonesia pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026. 

Dalam kurun Oktober 2024 hingga Juli 2026, BNN menyita lebih dari 12,3 ton narkotika berbagai jenis dan menghentikan perputaran ekonomi gelap senilai Rp16,5 triliun, menegaskan bahwa Indonesia masih berada dalam kondisi darurat narkoba.

Data tersebut disampaikan Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, dalam peringatan HANI 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Cigombong, Bogor, Kamis (23/7/2026).

Menurut Suyudi, keberhasilan penyitaan narkoba bukan sekadar angka statistik, melainkan menyangkut penyelamatan jutaan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

"Angka tersebut bukan hanya sekadar statistik. Di balik setiap kilogram narkotika yang berhasil dicegah untuk beredar, ada keluarga yang dapat diselamatkan. Ada ruang kehidupan masyarakat yang berhasil kami lindungi," tegas Komjen Pol. Suyudi Ario Seto.

BNN mencatat, operasi pemberantasan yang dilakukan di 34 provinsi berhasil menyelamatkan sekitar 48,3 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba. Selain menyita belasan ton narkotika, aparat juga memutus aliran pencucian uang hasil kejahatan narkotika senilai Rp165 miliar.

Dalam berbagai operasi tersebut, BNN menangkap 1.259 tersangka serta menyita barang bukti berupa 126,3 kilogram sabu, 12,7 kilogram ganja, 1.428 butir ekstasi, uang tunai Rp1,5 miliar, puluhan senjata tajam, hingga 19 pucuk senjata api.

Pengungkapan juga menembus jaringan internasional, termasuk penangkapan buronan Dewi Astutik di Kamboja yang diduga terlibat penyelundupan dua ton sabu serta pembongkaran laboratorium narkotika jenis mephedrone yang melibatkan warga negara Rusia di Gianyar, Bali.

Sebagai simbol komitmen perang terhadap narkoba, BNN memusnahkan 3,37 ton barang bukti secara terbuka pada HANI 2026. Barang bukti yang dimusnahkan terdiri atas 3,08 ton bunga ganja asal Thailand, sabu, hasis, dan cairan prekursor hasil pengungkapan sejumlah kasus besar.

BNN mengungkap Indonesia masih menjadi sasaran utama sindikat narkotika internasional karena letaknya yang strategis di persimpangan dua benua dan dua samudra.

Sejumlah titik rawan penyelundupan kini menjadi fokus pengawasan aparat, mulai dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, jalur tikus di perbatasan Kalimantan-Malaysia, pelabuhan-pelabuhan rakyat di Bangka Belitung, hingga pelabuhan kecil yang belum memiliki fasilitas deteksi modern.

Perhatian khusus juga diarahkan ke wilayah Madura, Jawa Timur. Temuan 22,2 kilogram kokain murni di Pantai Pasir Putih Kahuripan, Sumenep, pada April 2026 dinilai sebagai indikasi bergesernya rute penyelundupan narkoba melalui jalur laut setelah pengawasan di Selat Malaka diperketat.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto menyebut temuan tersebut menjadi sinyal bahwa wilayah pesisir Jawa Timur mulai dimanfaatkan sindikat internasional sebagai jalur masuk narkotika.

"Kami sangat prihatin. Ini menjadi indikasi bahwa wilayah Jawa Timur dapat dimanfaatkan sebagai jalur masuk narkotika jenis kokain," ujarnya.

Pemerintah Perkuat BNN

Dalam amanat Presiden Prabowo Subianto yang dibacakan Menko Polkam Djamari Chaniago, pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat BNN melalui penyempurnaan regulasi, peningkatan anggaran, pembangunan infrastruktur, penguatan teknologi intelijen, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Komjen Suyudi menegaskan perang melawan narkoba bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi juga upaya menyelamatkan masa depan bangsa.

"Kita tidak hanya menggagalkan penyelundupan narkotika, tetapi sedang menyelamatkan manusia, menyelamatkan keluarga, melindungi generasi muda, dan menjaga masa depan Indonesia," tegasnya.

BNN menilai kolaborasi seluruh elemen bangsa menjadi kunci untuk memutus jaringan narkotika yang terus beradaptasi dengan berbagai modus dan jalur penyelundupan baru.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Indonesia Masih Darurat Narkoba, BNN Sita 12,3 Ton Barang Bukti dan Putus Perputaran Uang Rp16,5 Triliun | Monitor Indonesia