Jakarta, MI – Presiden Prabowo Subianto dinilai semakin menunjukkan sikap anti terhadap kritik. Sejumlah pernyataannya yang dianggap provokatif bahkan disebut berpotensi memperlebar permusuhan antara pemerintah dengan wartawan, pengamat, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menyoroti pernyataan Prabowo saat menghadiri Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyebut pihak-pihak yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah sebagai “Londo Ireng” atau pengkhianat.
Menurut Fernando, pernyataan tersebut bukan sekadar kritik terhadap kelompok yang berbeda pandangan, tetapi menunjukkan kecenderungan pemerintah untuk memusuhi pihak-pihak yang menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan.
“Prabowo anti terhadap kritik yang diberikan terhadap pemerintahannya serta membuat permusuhan terhadap wartawan, pengamat dan LSM,” kata Fernando kepada Monitorindonesia.com, Senin (27/7/2026).
Ia menilai, sikap tersebut semakin memperlihatkan adanya kemunduran kualitas demokrasi di Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo Subianto.
Terlebih, Prabowo juga beberapa kali melontarkan istilah dan pernyataan kontroversial, seperti “ndasmu” dan “bajingan”, yang dinilai tidak mencerminkan sikap seorang kepala negara yang seharusnya mampu menjaga keteduhan dan persatuan masyarakat.
Fernando mengingatkan, seorang presiden seharusnya tidak membangun politik permusuhan dengan kelompok yang berbeda pandangan. Sebab, pernyataan yang dilontarkan kepala negara dapat memengaruhi persepsi publik dan berpotensi memicu saling curiga di tengah masyarakat.
“Seharusnya Prabowo Subianto sadar bahwa pernyataannya tersebut berpotensi memecah-belah anak bangsa dan menimbulkan saling curiga antara satu dengan yang lain,” tegasnya.
Menurut Fernando, muncul dugaan bahwa gaya komunikasi konfrontatif tersebut sengaja digunakan karena pemerintahan Prabowo masih menghadapi persoalan dalam memperkuat fondasi politiknya.
Ia bahkan menilai, rapuhnya fondasi politik pemerintahan Prabowo membuat kekuasaan terlalu mengandalkan institusi militer.
“Mungkin saja hal tersebut sengaja dilontarkan oleh Prabowo karena sadar bahwa sampai saat ini fondasi kepemimpinannya masih rapuh dan belum kuat sehingga sangat begitu mengandalkan TNI,” ujarnya.
Fernando juga menyoroti semakin besarnya keterlibatan TNI dalam berbagai sektor sipil, termasuk penempatan sejumlah purnawirawan TNI di posisi strategis pemerintahan dan badan usaha milik negara (BUMN).
Di sisi lain, hampir dua tahun masa kepemimpinannya, Prabowo dinilai belum sepenuhnya berhasil melakukan konsolidasi politik dengan seluruh lembaga negara maupun kelompok masyarakat.
Meski sejumlah partai politik bergabung dalam koalisi pemerintah, Fernando menilai dukungan tersebut belum sepenuhnya solid. Para elite politik, kata dia, masih memiliki kalkulasi masing-masing menjelang Pemilihan Presiden 2029.
“Walaupun sebagian partai politik berkoalisi dalam pemerintahannya, namun masih belum sepenuh hati karena para pimpinannya lincah seperti kancil yang masih mencari peluang lain untuk kepentingan Pilpres 2029,” katanya.
Fernando menilai, pernyataan-pernyataan Prabowo yang kerap menyerang kelompok kritis justru berpotensi menciptakan musuh-musuh baru bagi pemerintahannya.
Padahal, seorang pemimpin negara seharusnya mampu merangkul seluruh elemen bangsa, termasuk kelompok yang berada di luar pemerintahan maupun pihak yang berseberangan secara politik.
“Pernyataan Prabowo beberapa kali membuat musuh-musuh baru terhadap pemerintahannya. Sehingga sangat tidak menunjukkan sebagai pemimpin yang mengedepankan sikap negarawan, merangkul semua kalangan termasuk kelompok yang berseberangan dengan pemerintahannya,” pungkas Fernando.
Ia pun mengaku semakin meragukan kemampuan pemerintahan Prabowo untuk bertahan hingga 2029 apabila pola penggunaan kekuasaan dan gaya kepemimpinan tersebut terus dipertahankan.
“Saya semakin ragu bahwa pemerintahan Prabowo akan bertahan sampai 2029 dengan melihat caranya menggunakan kekuasaan dan memimpin Indonesia, termasuk kinerja para pembantunya,” tandasnya.
