BREAKINGNEWS

Pimpinan Buruh Ingatkan DPR: Agustus Rawan Kerusuhan Besar

Pimpinan Buruh Ingatkan DPR: Agustus Rawan Kerusuhan Besar
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Koalisi besar serikat pekerja kembali mendesak DPR RI serius membahas aturan ketenagakerjaan. Dipimpin Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, perwakilan buruh mendatangi Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2026), untuk menyerahkan draf usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.

Draf tersebut diserahkan kepada Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal bersama Panja RUU Ketenagakerjaan sebagai bahan pembahasan.

Andi Gani mengatakan draf tersebut disusun dalam waktu satu pekan dan menjadi bentuk masukan resmi dari kalangan pekerja terhadap beleid ketenagakerjaan yang tengah dibahas.

"Kami menyiapkan draf RUU Ketenagakerjaan selama satu minggu penuh untuk bisa berdiskusi dengan DPR," ujar Andi Gani.

Ia meminta DPR tidak mengulangi polemik panjang seperti saat pembahasan Omnibus Law. Menurutnya, proses penyusunan regulasi ketenagakerjaan harus melibatkan pekerja agar tidak memicu penolakan luas.

Andi Gani juga melontarkan peringatan terkait kondisi lapangan yang dinilai semakin rawan. Ia menyebut terdapat potensi gejolak sosial yang perlu menjadi perhatian pemerintah dan parlemen.

"Kami juga mengingatkan kepada DPR, karena situasi ini sangat rawan. Seperti teman-teman tahu Agustus diprediksi akan ada kerusuhan besar," katanya.

Menurut dia, tanda-tanda kerawanan sudah terlihat dalam beberapa waktu terakhir di tingkat lapangan. Karena itu, ia berharap DPR dapat membuka ruang dialog agar pembahasan RUU Ketenagakerjaan tidak berujung pada aksi penolakan besar.

"Kami tidak menginginkan seperti Omnibus Law, jadi berjejal, berjilid-jilid dan sangat panjang, dan perlawanan sangat keras di semua, di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Pimpinan Buruh Ingatkan DPR: Agustus Rawan Kerusuhan Besar | Monitor Indonesia