Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto mengungkap ketimpangan tenaga medis yang masih lebar di berbagai daerah. Kekurangan dokter umum, dokter gigi, hingga dokter spesialis membuat pelayanan kesehatan, terutama di puskesmas, belum berjalan optimal.
Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo menegaskan masalah kekurangan dokter harus segera diselesaikan.
"Untuk memperkuat pelayanan kesehatan kita, kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan dokter umum dan dokter spesialis kita," ujar Prabowo.
Ia mengungkapkan hampir seluruh puskesmas belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap. Kondisi ini menjadi persoalan serius karena puskesmas merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
"Hampir semua puskesmas kita belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap," kata dia.
Kesenjangan tenaga medis itu terlihat dari kebutuhan di ratusan kabupaten dan kota. Prabowo menyebut 474 kabupaten/kota masih membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum.
Kekurangan dokter gigi bahkan lebih besar. Sebanyak 505 kabupaten/kota membutuhkan tambahan 127.580 dokter gigi. Sementara itu, 55.712 dokter spesialis masih dibutuhkan di 481 kabupaten/kota.
"Terutama di kabupaten/kota yang jauh dari ibu kota provinsi, terutama juga banyak di Indonesia Timur," ungkap Prabowo.
Pemerintah kini mempercepat pembukaan pendidikan kedokteran untuk mengejar kebutuhan tersebut. Jalurnya tidak hanya melalui perguruan tinggi, tetapi juga rumah sakit yang menjadi penyelenggara pendidikan atau hospital-based.
Dalam 21 tahun terakhir, pemerintah telah membuka sembilan fakultas baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis. Pendidikan dokter spesialis juga mulai diperluas ke daerah yang sebelumnya belum memiliki fasilitas pendidikan kedokteran lanjutan.
"Kita menghadirkan program studi spesialis untuk pertama kali di 11 provinsi untuk mengejar kebutuhan dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis kita," tuturnya.
Prabowo menegaskan pemenuhan tenaga medis tidak bisa lagi berjalan lambat. Pemerintah perlu mempercepat penambahan dokter agar masyarakat di daerah, terutama wilayah terpencil dan Indonesia Timur, mendapat akses layanan kesehatan yang lebih layak.
Ia juga menekankan pentingnya memperbanyak dokter gigi. Menurut Prabowo, persoalan kesehatan gigi tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak pada kondisi organ tubuh lainnya.
"Kita harus memperbanyak dokter-dokter spesialis dan dokter-dokter gigi, dan dokter-dokter umum kita. Karena dari kerusakan gigi bisa menghasilkan kerusakan organ-organ lain di tubuh itu," pungkas Prabowo.
