Jakarta, MI - Persiapan upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, hampir rampung. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut persiapannya sudah mencapai 99 persen.
“Ya insyaallah 99 persen ya, yang 1 persen kita semua serahkan kepada Yang di Atas. Tapi insyaallah bismillah,” ujar Prasetyo usai mengikuti gladi bersih di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Gladi bersih tersebut melibatkan seluruh unsur yang akan tampil dalam upacara Detik-Detik Proklamasi pada Senin (17/8/2026). Seluruh rangkaian juga telah dievaluasi untuk memastikan upacara berjalan maksimal.
“Dari hasil evaluasi dapat kami sampaikan bahwa insyaallah kami siap untuk nanti hari Senin memberikan yang terbaik kepada seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Sebagai Ketua Panitia Nasional sekaligus penanggung jawab kegiatan, Prasetyo mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Persiapan dilakukan sejak proses seleksi, latihan di daerah masing-masing hingga latihan bersama di Jakarta.
Peserta upacara, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Gita Bahana Nusantara, paduan suara hingga TNI Korps Musik (Korsik) telah menjalani persiapan untuk tampil pada 17 Agustus.
Prasetyo juga memberikan apresiasi kepada petugas yang bekerja di balik layar, termasuk petugas keamanan, kebersihan dan tim penyelenggara.
“Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada mereka-mereka yang banyak terlibat meskipun sering tidak terlihat, mulai dari yang petugas keamanan, petugas kebersihan, termasuk petugas EO yang menyiapkan seluruh tempat,” ucapnya.
Ia memastikan seluruh persiapan dilakukan secara detail agar upacara Detik-Detik Proklamasi pada 17 Agustus 2026 berjalan sebaik mungkin.
Prasetyo turut mengapresiasi penampilan seni dan budaya dalam gladi bersih. Menurutnya, penampilan tersebut menunjukkan semangat nasionalisme sekaligus kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia.
“Pagelaran atau seni budaya yang ditampilkan oleh seluruh penampil dan terutama banyak juga adik-adik ya itu menggambarkan tadi kami kalau kita perhatikan ya semangat nasionalisme yang sebagai anak-anak Indonesia mempertahankan budaya bangsa ingin memberikan yang terbaik,” tuturnya.
Ia menilai kesempatan tampil dalam rangkaian upacara tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan kebanggaan sekaligus menjalankan tanggung jawab menjaga budaya bangsa.
“Manakala diberikan kesempatan untuk bisa tampil dan masuk tim pencak silat semuanya kami merasa sangat bangga dan terharu dan itulah tugas dan kewajiban kita untuk menjalankan seluruh amanah menyelenggarakan profesi kita masing-masing dengan sebaik-baiknya untuk hari ini maupun untuk masa depan generasi yang akan datang,” pungkasnya.
