Jakarta, MI - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan sekitar 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) telah ditutup selama tiga minggu sejak dirinya menjabat.
"Sudah saya tutup mungkin 800 tambah kemarin saya sudah menutup 500. Jadi, sudah 1.300 saya tutup selama tiga minggu saya jadi kepala," ujar Sudaryono, di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Sudaryono menegaskan, SPPG yang tak mampu memenuhi standar dan tidak mau memperbaiki pelaksanaannya akan ditutup permanen. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan anak-anak penerima MBG tidak boleh dikorbankan demi mempertahankan dapur yang bermasalah.
"Manakala masih ada yang belum, ndak mau diperbaiki ya mohon maaf, demi nyawa seseorang, demi kesehatan seseorang, demi pemenuhan gizi seluruh anak-anak kita, demi primanya program ini, maksudnya baik, tujuannya baik, tapi pelaksanaannya enggak bisa kau ikuti, ya terpaksa harus, harus ditutup permanen," tegasnya.
Dia juga memastikan tidak ada SPPG yang kebal dari penindakan. BGN, kata dia, tidak akan melihat siapa pemilik atau pihak di balik dapur tersebut, tetapi fokus pada kepatuhan terhadap sistem dan standar yang ditetapkan.
"Saya enggak peduli itu SPPG-nya misalnya apa punya siapa saya enggak lihat, saya lihat sistem," katanya.
Di sisi lain, Sudaryono mengapresiasi para mitra SPPG yang selama ini telah menjalankan tugas dengan baik. Namun, dia mengingatkan oknum yang bekerja tidak sesuai standar akan ditindak tegas.
"Saya ucapkan terima kasih yang kerjanya sudah baik, minta maaf kalau ada oknum-oknum yang masih belum perfect, belum bisa, belum bisa baik kerjanya dan izinkan saya bagi yang tidak baik dan enggak bisa kerja ini untuk kami tindak secara tegas," imbuhnya.
Soal insentif SPPG, Sudaryono mengatakan BGN masih melakukan evaluasi. “Sedang kita evaluasi, nanti tunggu tanggal mainnya,” pungkasnya.
