Negara Barat Mencela Pemilu di Syria

  • Whatsapp
Negara Barat Mencela Pemilu di Syria

Syria, Monitorindonesia.com – Dalam sebuah gabungan pernyataan yang diluncurkan sehari setelah pemilihan umum secara nasional di Syria, beberapa negara barat mencela pengumpulan suara tersebut yang menurut mereka tidak bebas dan juga tidak adil.

Presiden Bashar Assad yang telah memimpin sejak tahun 2000 ikut ambil bagian untuk periode jabatan keempat kali melawan dia calon yang tidak dikenal dalam sebuah pemilu yang berarti dia akan tetap memenangkan pemilu tersebut.

“Untuk sebuah pemilu yang terpercaya, semua warga Syria seharusnya diizinkan berpartisipasi termasuk para warga Syria yang dipindahkan secara internal, para pengungsi dan para anggota diaspora dalam lingkungan yang aman dan netral,” jelas dalam pernyataan tersebut yang dinyatakan oleh kementerian luar negeri Prancis, Jerman, Italia, Inggris dan AS.

“Tanpa unsur-unsur ini, pemilihan yang curan ini tidak mewakilkan peningkatan terhadap perbaikan demokrasi,” ditambahkan dalam pernyataan tersebut menegaskan bahwa komunitas internasional akan menolak pembelaan Presiden Assad untuk tetap menjabat.

Presiden Assad telah mengawasi 10 tahun perang Syria yang secara internal memindahkan 6.7 juta orang dan memaksa 6.6 juta lebih untuk mencari tempat tinggal secara internasional menurut kantor komisi pengungsi PBB (United Nations High Commissioner for Refugees). [Yohana RJ]

Sumber : VOA

Pos terkait