Ngaku Anggota TNI Ajudan Bung Karno Berpangkat Letjen Disergap Polisi

  • Whatsapp
Ngaku Anggota TNI Ajudan Bung Karno Berpangkat Letjen Disergap Polisi

Jakarta, Monitorindonesia.com– Aparat Polres Jakarta Barat berhasil menangkap pelaku penipuan yang mengaku sebagai orang dekat Presiden pertama Soekarno. Adalah Iwan Gunawan (73), sebagai otaknya yang berpura-pura sebagai mantan ajudan Sang Proklamator.

Dalam aksinya, Iwan juga mengaku purnawirawan TNI berpangkat Letnan Jenderal.  Padahal Iwan merupakan salah seorang pengangguran dan namanya diubah menjadi KGPH Inu Kertopati dengan gelar Profesor Doktor.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi menuturkan, pelaku dijerat dengan pasal penipuan. “J salah satu korban penipuan pelaku dan mengalami kerugian Rp20 juta,” kata Hengki di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (16/2/2021).

Iwan ditangkap di salah satu hotel yang ada di kawasan Jakarta Pusat dan sejumlah barang bukti dari tangan Iwan diamankan polisi. Saat ditangkap, ada uang pecahan Rp 100 ribuan. Ada juga 1 pucuk senjata api yang ternyata yang ternyata korek api. Ada juga keris ternyata bukan keris asli.
Tak hanya itu, ada juga uang pecahan dolar cukup banyak dan uang berbentuk emas. Ini semua untuk keyakinkan korbannya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanudin menuturkan, petistiwa ini terjadi pada Oktober 2020 lalu. Saat itu, Iwan Gunawan bertemu korban J di salah satu showroom mobil.

“Dia mengaku juga sebagai seorang profesor,” ujar Burhanudin. Iwan juga mengaku memiliki sejumlah dokumen berharga yang berada di luar negeri. Nilainya cukup fantastis, yakni mencapai USD 2 miliar dan HKD 15 miliar.

Karena tersangka mengaku nggak memiliki kemampuan untuk mencairkan, akhirnya minta bantu korban. “Jika korban sanggup mencairkan dalam waktu dua bulan akan dibagi dua, 50% untuk korban, 50% untuk tersangka,” ucap Burhanuddin.

J sempat mengklarifikasi keabsahan dokumen-dokumen milik Iwan ke salah satu bank.
Saat itu, pihak bank tersebut juga menyatakan dokumen milik Iwan palsu. J diperdaya usai diperlihatkan sejumlah barang dan dokumen-dokumen lainnya milik Iwan.

Korban pun memberikan uangnya kepada Iwan untuk membantu proses pencairan sejumlah dokumen itu. Setelah ditunggu dua bulan tersangka mulai melakukan aksinya. Ia meminta dana ke korban sehingga korban sempat menstransfer uang ke tersangka lebih kurangRp 20 juta.

“Di sinilah mulai terjadi tindak pidananya. Korban mulai percaya beberapa dokumen dan benda yang diperlihatkan,” kata Burhanuddin. Apesnya, uang yang dijanjikan Iwan tak kunjung terwujud. Polisi juga telah melakukan pengecekan terkait sejumlah pangkat yang diakui Iwan. Sampai dengan sekarang uang yang dijanjikan tidak cair juga.

“Kita cek kebenaran pangkat dan mantan ajudan Soekarno dan gelar ternyata itu semua palsu,” tutur Burhanuddin. (TAK)

Pos terkait