Nilai Aset Sitaan Kasus Asabri Terus Naik

  • Whatsapp
Nilai Aset Sitaan Kasus Asabri Terus Naik
Febrie Adriansyah

Monitorindonesia.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menghitung kembali atas nilai aset sitaan kasus dugaan tindak pidana korupsi PT. Asabri.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah, menjelaskan, nilai aset sitaan saat ini sudah naik dari sebelumnya Rp 7,2 triliun. Namun, dia belum dapat mengatakan berapa nilai aset sitaan tersebut.

“Kalau untuk keseluruhan sudah naik, tapi belum bisa kita pastikan,” katanya kepada Monitorindonesia.com, Selasa (06/04/21).

Febrie menuturkan, pihaknya juga telah menemukan “titik terang” untuk menyita aset tersangka Heru Hidayat di Singapura. Kendati demikian, belum diketahui kapan tim penelusuran aset akan melakukan penyitaan.

“Luar negeri ada progres, kami sudah rapat dengan Kementerian Hukum dan HAM. Kita tunggu,” tuturnya.

Kejagung menaksir nilai kerugian sementara dalam kasus Asabri Rp23,7 triliun. Dalam rangka pengembalian kerugian itu, telah disita aset berupa ribuan hektare tanah, empat tambang, puluhan kapal, puluhan bus, sejumlah mobil, sejumlah lukisan emas, sejumlah perhiasan, dan sejumlah apartemen.

Dalam perkara ini, Kejagung menetapkan sembilan tersangka dalam kasus dugaan korupsi Asabri, yakni Dirut Asabri 2011-2016, Adam Rahmat Damiri; Dirut Asabri 2016-2020, Soni Widjaya; Heru Hidayat; Benny Tjokro; Dirut PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi; eks Direktur Investasi Asabri, Hari Setiyono; mantan Direktur Keuangan Asabri, Bachtiar Effendy; mantan Kepala Divisi Investasi Asabri, Ilham W Siregar; dan Dirut PT Jakarta Emiten Investor Relationship, Jimmy Sutopo.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Fanal Sagala)

Pos terkait