BREAKINGNEWS

Dokter Perempuan di Gayo Lues Tewas Dibunuh Tetangga saat Pergoki Aksi Pencurian

Dokter Perempuan di Gayo Lues Tewas Dibunuh Tetangga saat Pergoki Aksi Pencurian
Konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan dokter di Kabupaten Gayo Lues (Foto: Dok Polres Gayo Lues

Gayo Lues, MI - Seorang dokter di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dr. Shanti Hastuti, ditemukan tewas di rumahnya. Polisi telah mengamankan pelaku yang ternyata merupakan tetangga korban. 

Korban ditemukan di kediamannya di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, pada Sabtu (21/3/2026). Saat ditemukan, kondisinya sangat mengenaskan. Kedua tangan korban terikat ke belakang menggunakan kabel listrik, sementara mulutnya disumpal kain.

Jasad dr. Shanti ditemukan dalam posisi terlentang di atas ranjang kamar lantai dua. Dari dalam rumah juga tercium bau menyengat.

Korban pertama kali ditemukan oleh adiknya, Saripudin Norman. Ia datang ke rumah sang kakak untuk mengajaknya berziarah ke makam orang tua mereka saat Hari Raya Idul Fitri. Namun, ia justru mendapati korban sudah tidak bernyawa.

Kasat Reskrim Polres Gayo Lues, Iptu Muhammad Abidinsyah, mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari keluarga korban.

“Tim Inafis langsung turun ke lokasi dan mengevakuasi jasad korban ke RSU Muhammad Ali Kasim untuk keperluan visum,” ujar Abidinsyah, saat dikonfirmasi Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 5-7 hari sebelum ditemukan.

dr. Shanti Hastuti merupakan tenaga medis di Puskesmas Uring, Kecamatan Pining. Ia membuka praktik pelayanan kesehatan di rumahnya di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren.

Korban tinggal seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya. 

Polisi Tangkap Pelaku

Kasatreskrim Polres Gayo Lues IPTU Muhamad Abidinsyah menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Awalnya, tersangka berinisial FA berniat melakukan pencurian di rumah korban.

“Namun saat berada di dalam rumah, pelaku kepergok oleh korban. Karena panik, pelaku melakukan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan penemuan jasad pada Sabtu (21/3/2026), bertepatan dengan perayaan Idul Fitri. Laporan tersebut disampaikan oleh adik korban.

Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan intensif. Dalam waktu kurang dari 2x24 jam, pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap di wilayah Kota Blangkejeren pada Selasa (24/3/2026).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor milik korban, helm, obeng, tang, jas hujan, pakaian pelaku, pisau, kabel untuk mengikat korban, jilbab untuk menyumpal mulut korban, anting emas, laptop, serta selimut milik korban.

Setelah melakukan aksinya, pelaku sempat melarikan diri ke Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, untuk menjual sepeda motor milik korban. Uang dari hasil penjualan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama beberapa hari.

Tak lama kemudian, pelaku kembali ke Blangkejeren dan bahkan mendatangi lagi rumah korban untuk mengambil barang berharga lain seperti laptop dan perhiasan untuk dijual kembali.

“Uang dan hasil mencuri di rumah korban tersebut dihabiskan tersangka untuk bermain judi online jenis slot dan membeli narkotika jenis sabu-sabu,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 479 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. 

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Dokter Perempuan di Gayo Lues Tewas Dibunuh Tetangga | Monitor Indonesia