Klungkung, MI – Aksi pengeroyokan terjadi di Jalan Kenyeri V, Kelurahan Semarapura Klod, Kabupaten Klungkung, Bali. Seorang pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Oktavianus Helu Ngara (24), menjadi korban pengeroyokan sekelompok pria yang hingga kini masih diburu polisi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 21.00 Wita, tepat di depan rumah kos tempat korban tinggal. Oktavianus diduga dikeroyok lebih dari tiga orang pria yang tidak dikenalnya.
Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka pada bagian wajah hingga berlumuran darah.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa mengatakan, dugaan sementara pengeroyokan dipicu kesalahpahaman antara korban dan para pelaku.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, aksi pengeroyokan dipicu oleh kesalahpahaman antara korban dan sekelompok pelaku yang menyebabkan korban mengalami luka ringan di bagian wajah," kata Alit, Sabtu (8/8/2026).
Kondisi korban pertama kali diketahui tetangga kosnya, Katrina Inya Kalanda (22). Saat itu Katrina sedang berada di dalam kamar bersama dua rekannya.
Katrina kemudian mendapat informasi dari tetangga kos yang akrab disapa Mama Karil bahwa Oktavianus berada di depan kos dalam kondisi wajah penuh darah.
Mendengar kabar tersebut, Katrina langsung keluar dan mendatangi lokasi. Ia mendapati Oktavianus dalam kondisi terluka.
Kepada tetangganya, Oktavianus mengaku baru saja dikeroyok oleh lebih dari tiga pria. Korban juga menyebut tidak mengenal para pelaku.
Para pelaku diduga merupakan penghuni kos lain di sekitar Jalan Kenyeri V. Informasi awal yang diterima polisi menyebut mereka berasal dari Alor, Nusa Tenggara Timur.
Melihat korban mengalami luka, Frederikus Taub Naif (28), tetangga kos lainnya, kemudian membawa Oktavianus ke Polres Klungkung untuk membuat laporan.
Laporan tersebut dibuat sekitar pukul 00.30 Wita, Sabtu (8/8/2026). Polisi bergerak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan.
Polres Klungkung hingga kini belum menetapkan tersangka. Identitas serta keberadaan para terduga pelaku masih didalami penyidik.
"Saat ini para pelaku pengeroyokan masih dalam proses penyelidikan. Informasi awal yang kami terima, kasus pengeroyokan ini diduga akibat kesalahpahaman antara korban dan pelaku," ujar Alit.
Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lokasi untuk mengungkap rangkaian kejadian sekaligus memastikan siapa saja yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.**
