Badung, MI — Kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan warga negara asing (WNA) berujung maut di Bali. Paul Innes Dougan, pria asal Inggris, meninggal dunia setelah hampir dua pekan menjalani perawatan medis akibat dugaan pengeroyokan di sebuah bar di kawasan Kuta, Kabupaten Badung.
Paul mengembuskan napas terakhir pada Kamis (20/8/2026). Sebelumnya, dia diduga diserang empat WNA pada sekitar pukul 02.00 Wita.
Kasus tersebut baru dilaporkan kepada kepolisian pada Kamis, bertepatan dengan hari kematian korban. Polisi langsung bergerak mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan kasus kini ditangani dan masih didalami Polresta Denpasar.
“Kejadiannya baru dilaporkan (Kamis) kemarin. Kapolresta langsung turun ke TKP,” kata Ariasandy, Jumat (21/8/2026).
Dari penyelidikan awal, polisi menemukan dugaan kuat bahwa pengeroyokan dilakukan oleh empat WNA. Namun, identitas para terduga pelaku belum diungkap.
“Hasil pendalaman awal diduga kuat ada empat orang (pelaku) WNA,” ujarnya.
Setelah kejadian, Paul kembali ke hotel tempatnya menginap di kawasan Kuta. Kondisinya kemudian mendapat penanganan medis.
Paul sempat dijemput pihak RS Murni Teguh untuk mendapatkan perawatan. Sehari kemudian, anaknya, Liam Michael Dougan, menjemput Paul dan membawanya ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit BIMC.
Paul menjalani perawatan di rumah sakit tersebut selama hampir dua pekan. Namun, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Ia akhirnya meninggal dunia pada Kamis (20/8/2026).
Polisi kini masih mengusut rangkaian kejadian yang menyebabkan Paul mengalami luka hingga akhirnya meninggal. Identitas empat WNA yang diduga terlibat juga masih dalam penelusuran.**
