Bangka, MI – Seorang penambang pasir timah bernama Radit (36), warga Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, tewas setelah diterkam buaya muara saat bekerja di aliran Sungai Baturusa.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah operasi pencarian dramatis yang dilakukan Tim SAR Gabungan.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan keterangan rekan korban, Radit tiba-tiba menghilang saat menambang. Yang terdengar hanya suara riakan air keras dari arah sungai sebelum korban lenyap. Upaya pencarian oleh rekan-rekannya tidak membuahkan hasil sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada aparat dan Basarnas.
Operasi pencarian berlangsung menegangkan. Tim SAR beberapa kali melihat buaya muncul ke permukaan sambil menggigit tubuh korban sebelum kembali menyelam ke dasar sungai.
Komandan Tim Basarnas, Supani, mengatakan korban akhirnya ditemukan pada Senin (20/7/2026) pukul 10.55 WIB.
"Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 10.55 WIB, pada radius sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian awal (Last Known Position/LKP)," kata Supani.
Ia menjelaskan, proses evakuasi berlangsung dramatis karena buaya yang menerkam korban sempat beberapa kali muncul ke permukaan dengan jasad masih berada di mulutnya.
"Buaya buas tersebut akhirnya melepaskan gigitannya dan tubuh korban ditemukan mengapung di permukaan air, tidak jauh dari posisi perahu karet (rubberboat) milik Basarnas yang sedang melakukan penyisiran," ujarnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.**
