Tangerang, MI – Arus lalu lintas di Flyover Jenderal Sudirman, Kota Tangerang, sempat lumpuh total setelah sebuah truk bermuatan tanah terguling pada Sabtu (25/7/2026) pagi.
Tumpahan muatan menutup seluruh badan jalan sehingga kendaraan dari arah Cikokol menuju Jalan Daan Mogot, Bandara Soekarno-Hatta, dan Jakarta tidak dapat melintas.
Truk bernomor polisi T 9883 DE itu diketahui sedang mengangkut tanah dari Cilegon menuju Kosambi, Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Saat menaiki flyover, kendaraan diduga kehilangan kendali, menghantam beton pembatas jalan, lalu terguling.
Kanit Patroli Satlantas Polres Metro Tangerang Kota, IPTU Surizal, menjelaskan kecelakaan bermula ketika truk melaju dari arah Cikokol menuju Jalan Daan Mogot.
"Kendaraan truk bermuatan tanah bernopol T 9883 DE melintas dari arah Cikokol menuju Jalan Daan Mogot. Saat hendak menaiki flyover, ban sebelah kiri menabrak beton pembatas hingga kendaraan terguling," ujar IPTU Surizal.
Benturan keras membuat as roda kiri patah dan seluruh muatan tanah berhamburan hingga menutup seluruh lajur flyover. Akibatnya, kemacetan panjang tidak dapat dihindari dan akses menuju Bandara Soekarno-Hatta sempat terganggu.
Polisi menduga pengemudi mengantuk sehingga tidak mampu mengendalikan kendaraan. Dugaan tersebut diperparah oleh kondisi penerangan jalan yang minim serta sejumlah lampu jalan yang dilaporkan padam, sehingga pembatas jalan sulit terlihat.
Petugas Satlantas Polres Metro Tangerang Kota bersama Dinas Perhubungan langsung melakukan pengaturan arus lalu lintas. Dua alat berat berupa ekskavator dan crane diterjunkan untuk mengevakuasi truk sekaligus membersihkan tumpahan tanah yang menutup badan jalan.
Meski menyebabkan kemacetan parah, kecelakaan tunggal tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Namun selama proses evakuasi berlangsung, jalur Flyover Jenderal Sudirman dari arah Cikokol menuju Daan Mogot terpaksa ditutup sementara.
Polisi mengimbau seluruh pengemudi, terutama sopir kendaraan angkutan barang, agar memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum berkendara. Kelelahan dan rasa kantuk dinilai masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan berat.**
