BREAKINGNEWS

Di Batam 55 Dapur MBG Berhenti, Dana Operasional Belum Masuk

Di Batam 55 Dapur MBG Berhenti, Dana Operasional Belum Masuk
Mobil pengangkut MBG di Batam

Batam, MI– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam, Kepulauan Riau, mengalami gangguan serius setelah sedikitnya 55 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG menghentikan operasional sementara akibat anggaran operasional yang belum diterima.

Koordinator MBG Batam, Defri Fernaldi, mengatakan penghentian layanan mulai terjadi pada Senin 8 Juni 2026, karena dana operasional dari pemerintah pusat belum masuk ke rekening virtual masing-masing SPPG.

“Beberapa SPPG memang berhenti beroperasi karena anggaran operasional belum turun. Sesuai aturan, dapur tidak boleh beroperasi sebelum dana masuk ke akun virtual,” kata Defri.

Ia menjelaskan pengelola SPPG juga tidak diperkenankan menggunakan dana talangan dari mitra untuk menjalankan kegiatan operasional sebelum anggaran resmi diterima.

Berdasarkan data sementara, penghentian operasional terjadi di hampir seluruh kecamatan di Batam. Kecamatan Batam Kota menjadi wilayah dengan jumlah dapur terdampak terbanyak, yakni 15 dari 21 SPPG. Selain itu, 12 dari 32 SPPG di Sagulung, tujuh dari 18 SPPG di Batu Aji, tujuh dari 15 SPPG di Sei Beduk, enam dari delapan SPPG di Lubuk Baja, enam dari 13 SPPG di Bengkong, satu dari empat SPPG di Batu Ampar, serta satu-satunya SPPG di Belakang Padang juga ikut berhenti beroperasi.

Meski demikian, Defri menyebut pihaknya telah menerima informasi bahwa proses penyaluran dana sedang dilakukan oleh tim keuangan bersama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Operasional dapur MBG akan kembali berjalan setelah dana masuk ke rekening masing-masing SPPG.

Di tengah laporan penghentian operasional di sejumlah daerah, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, membantah adanya penghentian pencairan dana program MBG. Ia menegaskan proses penyaluran anggaran telah dilakukan sejak Jumat (5/6/2026) dan berlanjut pada awal pekan ini.

“Semua sudah dicairkan mulai Jumat. Sebagian informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar,” ujar Nanik.

Senada dengan itu, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari memastikan dana untuk sejumlah SPPG yang sebelumnya menjadi perhatian telah masuk ke rekening penerima.

Namun fakta di lapangan menunjukkan puluhan dapur MBG di Batam masih belum dapat beroperasi karena dana operasional belum diterima. Kondisi ini menambah daftar daerah yang mengalami kendala serupa, setelah sebelumnya sejumlah SPPG di Aceh dan Jawa Timur juga dilaporkan menghentikan layanan akibat persoalan pencairan anggaran.

Penghentian operasional dapur MBG berpotensi mengganggu distribusi makanan bergizi kepada ribuan penerima manfaat apabila proses pencairan dana tidak segera diselesaikan. 

Pemerintah kini didorong untuk memastikan kelancaran penyaluran anggaran agar program prioritas nasional tersebut dapat kembali berjalan normal di seluruh daerah.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Di Batam 55 Dapur MBG Berhenti, Dana Operasional Belum Masuk | Monitor Indonesia