Gorontalo, MI– Persoalan nafkah berujung kekerasan brutal di Kota Gorontalo. FM (26) ditangkap polisi setelah diduga menikam istrinya, SM (21), sebanyak 15 kali menggunakan senjata tajam jenis badik.
SM kini masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka tusuk dan sayatan di sejumlah bagian tubuh.
Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota Kompol Akmal Novian Reza mengatakan korban mengalami 15 luka akibat serangan tersebut.
"Terduga pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis badik, korban mengalami 15 luka tusukan," kata Akmal.
Peristiwa itu terjadi di sebuah indekos di Jalan Kasuari Baru, Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Sabtu sekitar pukul 13.05 Wita.
Sebelum penikaman terjadi, FM mengajak istrinya berbicara empat mata di dalam kamar kos. Namun, korban disebut meminta agar pembicaraan dilakukan di luar dan disaksikan keluarga.
Permintaan itu ditolak pelaku. FM tetap mengajak korban masuk ke dalam kamar.
"Korban mengajak berbicara di luar agar disaksikan keluarga, namun tersangka bersikeras masuk ke dalam kamar," ujar Akmal.
Tak lama setelah keduanya berada di dalam kamar, terdengar teriakan korban meminta pertolongan.
Seorang saksi yang mendengar teriakan tersebut langsung mendatangi kamar. Pintu kemudian didobrak.
Pemandangan mengerikan terlihat. Korban ditemukan dalam kondisi berlumuran darah, sementara FM masih memegang senjata tajam.
"Saksi mendobrak pintu, dilihat korban sudah berlumuran darah dan terduga pelaku FM memegang sajam lalu melarikan diri," tutur Akmal.
15 Luka di Tubuh Korban
Korban segera dievakuasi ke RS Multazam Kota Gorontalo untuk mendapatkan perawatan medis.
Hasil visum awal menunjukkan luka tusuk dan sayatan tersebar di sejumlah bagian tubuh korban.
"Untuk korban SM segera dilarikan ke RS Multazam untuk penanganan medis. Berdasarkan hasil visum awal, korban mengalami 15 luka tusuk dan sayat di bagian dada, perut, bokong, betis dan lengan," ungkap Akmal.
Polisi bergerak cepat memburu pelaku. Tim URC Polresta Gorontalo Kota akhirnya berhasil menangkap FM tidak lama setelah kejadian.
Dari pemeriksaan awal, polisi menduga aksi kekerasan tersebut dipicu persoalan keuangan rumah tangga.
FM disebut marah karena uang nafkah yang diberikan kepada korban diduga disalahgunakan.
"Motif diduga karena kesal karena nafkah uang yang diberikan diduga disalahgunakan korban," pungkas Akmal.**
