BREAKINGNEWS

Mensos Tinjau Sekolah Rakyat Jambi, Siap Tampung 1.080 Siswa dari Keluarga Tidak Mampu

Mensos Tinjau Sekolah Rakyat Jambi, Siap Tampung 1.080 Siswa dari Keluarga Tidak Mampu
Mensos RI Saifullah Yusuf berfoto bersama peserta dan pengelola Sekolah Rakyat saat kegiatan Open House Sekolah Rakyat di Jambi, Jumat (5/6/2026)

Jambi, MI - Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi dengan meninjau pelaksanaan Program Sekolah Rakyat serta progres pembangunan Sekolah Rakyat Kota Jambi di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Jumat (5/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sosial didampingi Gubernur Jambi Al Haris dan Wali Kota Jambi Maulana. Rombongan meninjau Sekolah Rakyat Sentra Alyatama Jambi yang telah beroperasi, sekaligus melihat perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat Kota Jambi yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pendidikan berbasis kesejahteraan sosial terbesar di Provinsi Jambi.

Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang layak bagi masyarakat kurang mampu.

“Sekolah Rakyat ini untuk keluarga-keluarga paling tidak mampu. Anak-anak mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan dalam lingkungan yang berkualitas. Ini merupakan hadiah dari Presiden Prabowo bagi keluarga yang belum beruntung agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang baik,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama sehingga peserta didik mendapatkan pendampingan selama 24 jam dengan fasilitas yang menunjang proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

Program tersebut mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA. Saat ini Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Gus Ipul, perkembangan peserta didik Sekolah Rakyat di Jambi menunjukkan hasil yang positif. Setelah mengikuti pendidikan selama hampir satu tahun, para siswa dinilai mengalami peningkatan dari sisi kepercayaan diri, kesehatan, kedisiplinan, dan semangat belajar.

“Saya gembira melihat perkembangan anak-anak kita. Mereka terlihat semakin percaya diri, lebih sehat, disiplin, dan nyaman mengikuti proses pembelajaran,” katanya.

Menteri Sosial juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Jambi dalam menyukseskan program tersebut. Ia menilai keberhasilan Sekolah Rakyat tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait.

Terkait pembangunan Sekolah Rakyat Kota Jambi di Bagan Pete, Gus Ipul mengungkapkan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026.

“Target akhir Juni selesai. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai 70 persen. Nantinya sekolah ini akan menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang berasal dari keluarga tidak mampu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa proses penetapan peserta didik dilakukan melalui pendataan berjenjang mulai dari tingkat RT, perangkat daerah, hingga kepala daerah yang kemudian diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan ketepatan sasaran.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana mengatakan proses seleksi calon peserta didik terus berjalan. Untuk jenjang SMP dan SMA, proses verifikasi lapangan dan pengecekan kondisi keluarga calon siswa telah dilakukan secara menyeluruh.

“Alhamdulillah, untuk jenjang SMP dan SMA proses penjangkauan sudah selesai hingga pengecekan tempat tinggal masing-masing. Dengan demikian, siswa yang dipilih benar-benar berasal dari keluarga yang masuk kategori desil satu atau keluarga tidak mampu,” ujarnya.

Maulana mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini berada pada jenjang sekolah dasar karena masih diperlukan pendekatan kepada orang tua agar bersedia melepas anaknya mengikuti pendidikan berasrama.

Ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat Bagan Pete dapat selesai sesuai target sehingga pada tahun ajaran baru seluruh siswa yang saat ini belajar di Sentra Alyatama dapat menempati fasilitas baru tersebut.

Selain menampung siswa dari Kota Jambi, Sekolah Rakyat Bagan Pete juga diproyeksikan menerima peserta didik dari daerah lain di Provinsi Jambi, termasuk anak-anak dari komunitas Suku Anak Dalam (SAD).

“Selama daerah lain belum memiliki Sekolah Rakyat, maka peserta didik dari luar daerah dapat dititipkan terlebih dahulu di Sekolah Rakyat Kota Jambi melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi,” kata Maulana.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Jambi. Menurutnya, program tersebut menjadi peluang besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, kami mengucapkan terima kasih atas pembangunan Sekolah Rakyat ini. Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pendidikan masyarakat,” ujar Al Haris.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jambi akan mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk menyiapkan lahan pembangunan Sekolah Rakyat sehingga manfaat program tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Saat ini, selain Kota Jambi dan Tanjung Jabung Timur, sejumlah daerah lain seperti Sungai Gelam, Batanghari, Bungo, Tebo, Merangin, dan Sarolangun juga tengah berproses untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

Al Haris berharap kehadiran Sekolah Rakyat mampu menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Mensos Tinjau Sekolah Rakyat Jambi, Siap Tampung 1.080 Siswa | Monitor Indonesia