BREAKINGNEWS

Surat Terbuka Istri Pasien ICU RSUD Bekasi Dorong Pendampingan Rohani: Kesehatan Bukan Hanya Fisik, Tapi Juga Jiwa

Surat Terbuka Istri Pasien ICU RSUD Bekasi Dorong Pendampingan Rohani: Kesehatan Bukan Hanya Fisik, Tapi Juga Jiwa
RSUD Kota Bekasi (Foto/Ist)

Kota Bekasi, MI - Duka mendalam tak menghalangi seorang istri untuk menyampaikan pesan kebaikan. Cinde Asmoro, istri dari almarhum Mawet Artha Hendrico Siregar, menulis surat terbuka kepada Kepala Ruang ICU Paru Alamanda RSUD Bekasi sebagai bentuk apresiasi sekaligus masukan penuh makna.

Dalam suratnya, Cinde menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tenaga medis dan perawat RSUD Bekasi yang telah berjuang merawat suaminya hingga akhir hayat. “Saya menghargai segala usaha, dedikasi, dan kerja keras yang telah diberikan. Pelayanan yang diberikan tetap saya kenang sebagai bagian penting dalam proses perawatan,” tulisnya.

Hikmah di Balik Prosedur Ketat ICU  

Cinde mengaku memahami betul aturan ketat di ruang ICU, termasuk pembatasan jam besuk demi keselamatan pasien dan kelancaran tindakan medis. Namun sebagai keluarga yang mendampingi di masa kritis, ia merasakan ada satu ruang kosong yang tak tersentuh protokol: kebutuhan pendampingan rohani.

Ia menceritakan, saat kondisi suaminya kritis, kunjungan rohani oleh pendeta sebagai petugas rohani resmi tidak diperkenankan karena berada di luar jam besuk dan ketentuan ICU. 

“Padahal bagi kami, pendampingan rohani dari pihak yang berwenang seperti pendeta pada situasi kritis memiliki makna penting. Itu bentuk penguatan spiritual bagi pasien dan keluarga di masa-masa terakhir,” ungkap Cinde dalam suratnya.

Islam, Kristen, Semua Agama Ajarkan Hal yang Sama

Fenomena ini jadi pengingat bagi kita semua: bahwa manusia terdiri dari jasad dan ruh. Ikhtiar medis menyembuhkan fisik, tapi doa dan pendampingan rohani menguatkan jiwa. Dalam Islam, menalqin orang yang sakaratul maut dengan kalimat Laa ilaaha illallah adalah sunnah. Dalam Kristen, pendeta hadir mendoakan dan memberi penguatan iman. Semua agama mengajarkan hal sama: kematian adalah perjalanan suci yang butuh didampingi.

RS sebagai tempat berjuang antara hidup dan mati idealnya menjadi ruang yang tidak hanya steril secara medis, tapi juga hangat secara kemanusiaan.

Usulan yang Membangun, Bukan Menyalahkan

Dengan tetap menghormati seluruh prosedur medis, Cinde berharap ke depan ada kebijakan pengecualian yang sangat terbatas dan terkontrol bagi kunjungan rohani oleh petugas spiritual resmi, khususnya pada kondisi pasien kritis. Tentu dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dan keselamatan ICU.

“Surat ini saya sampaikan bukan sebagai bentuk menyalahkan pihak mana pun, melainkan sebagai masukan yang lahir dari pengalaman pribadi dan rasa kehilangan yang mendalam,” tegas Cinde dalam surat terbuka tersebut.

Ia berharap pelayanan kesehatan di RSUD Bekasi terus berkembang tidak hanya dari sisi medis, tapi juga dari sisi kemanusiaan, empati, dan kebutuhan spiritual pasien serta keluarga.

Pelajaran untuk Semua

Bagi Rumah Sakit: SOP ICU memang ketat demi keselamatan. Namun dunia kesehatan modern mulai mengenal konsep spiritual care sebagai bagian dari holistic healing. Beberapa RS besar sudah menyediakan pastoral care team yang boleh masuk ICU dalam kondisi kritis dengan APD lengkap.  

Bagi Keluarga Pasien: Komunikasi dengan perawat tentang kebutuhan pendampingan rohani sejak awal sangat penting. Sampaikan dengan tenang, ajukan izin khusus secara tertulis.  

Bagi Masyarakat: Menghormati aturan RS itu wajib. Tapi menyuarakan kebutuhan spiritual dengan cara yang baik, seperti surat terbuka ini, adalah hak kita. Inilah cara elegan berjuang: tidak marah-marah, tapi memberi masukan yang membangun.

Semoga surat Ibu Cinde Asmoro menjadi amal jariyah. Dari duka beliau, lahir kesadaran baru bahwa merawat manusia artinya merawat jasad sekaligus ruhnya. Sebab kesembuhan sejati kadang bukan di dunia, tapi saat kita kembali pada-Nya dalam keadaan tenang. _Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un

Hingga berita ini diturunkan, masih berupaya mengonfirmasi pihak RSUD Bekasi untuk mendapat tanggapan atas surat terbuka tersebut.

Pesan redaksi: Jika Anda/kelaurga mengalami kondisi serupa, utamakan komunikasi yang baik dengan pihak RS. Sampaikan kebutuhan pendampingan rohani dengan kepala dingin. Sebagian besar nakes sangat memahami, asal prosedurnya jelas dan tidak mengganggu tindakan medis. (M. Aritonang)

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru