BREAKINGNEWS

Jejak Pelarian Taufik Hidayat Berakhir di Majalaya, Transaksi Daring Jadi Petunjuk Polisi

Jejak Pelarian Taufik Hidayat Berakhir di Majalaya, Transaksi Daring Jadi Petunjuk Polisi
Tersangka Taufik Hidayat.

Bandung, MI– Pelarian Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya berinisial YTR (29), akhirnya berakhir di Majalaya, Kabupaten Bandung. Setelah sempat berpindah ke Tangerang, Banten, pria yang menjadi buronan polisi itu berhasil diringkus aparat usai jejak digital transaksinya terlacak.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengungkapkan, Taufik sempat meninggalkan Jawa Barat karena menganggap Tangerang sebagai tempat yang aman untuk bersembunyi dari kejaran aparat.

"Yang bersangkutan sempat berpindah ke Tangerang. Merasa bahwa Tangerang itu tempat yang aman, tapi di sana juga bingung dan merasa tidak aman, lalu kembali lagi ke Jawa Barat," kata Rudi, Rabu (24/6/2026).

Setelah kembali ke Jawa Barat, Taufik diketahui bersembunyi di rumah kerabatnya di kawasan Majalaya. Namun upaya pelariannya tidak berlangsung lama. Polisi berhasil mengendus keberadaannya melalui aktivitas transaksi daring yang dilakukan tersangka.

"Tadi pagi yang bersangkutan melakukan beberapa transaksi. Ini menjadi petunjuk buat kita. Oleh sebab itu, tim yang bertugas di Majalaya tetap berada di sana dan akhirnya sore hingga malam hari dapat bertemu dan menangkap yang bersangkutan," ujar Rudi.

Polisi memastikan selama pelarian, Taufik bergerak seorang diri tanpa bantuan pihak lain. Hasil penyelidikan sementara juga belum menemukan adanya jaringan atau orang yang sengaja menyembunyikan tersangka.

"Yang kita lihat ini pergerakannya sendiri, tidak ada bantuan orang lain. Sehingga bisa kita pastikan pelariannya ini sendiri," tegas Kapolda.

Dalam pemeriksaan awal, Taufik disebut mengakui seluruh tindakan kekerasan yang dilakukannya terhadap korban. Ia juga menyampaikan penyesalan atas perbuatannya yang menyebabkan korban menderita luka berat dan trauma mendalam.

"Semua yang dia lakukan dia mengakui. Dia juga menyatakan menyesal dan mengaku perbuatannya dilakukan dalam kondisi dipengaruhi konsumsi alkohol," kata Rudi.

Kasus ini menyita perhatian publik setelah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Informasi keberadaan korban pertama kali diketahui keluarga melalui pesan WhatsApp dari seseorang yang tidak dikenal.

Akibat dugaan penyiksaan yang berlangsung selama bertahun-tahun, korban mengalami luka serius, mulai dari gangguan penglihatan hingga kebutaan pada kedua mata, bibir sumbing, kesulitan berbicara, tidak dapat berjalan normal, hingga kehilangan sejumlah barang berharga.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Jejak Pelarian Taufik Hidayat Berakhir di Majalaya, Transaks | Monitor Indonesia