BREAKINGNEWS

Semarang Siaga Kemarau, Belasan Kelurahan Masuk Zona Rawan Kekeringan

Semarang Siaga Kemarau, Belasan Kelurahan Masuk Zona Rawan Kekeringan
BPBD Kota Semarang menyiapkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah rawan kekeringan (Foto Dok. BPBD Kota Semarang)

Semarang, MI - Pemerintah Kota Semarang mulai bersiap menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan meningkat pada puncak musim kemarau. Sebagai langkah antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyiapkan sekitar 900.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah rawan kekeringan.

Kepala BPBD Kota Semarang Endro P. Martantono mengatakan, pemetaan daerah terdampak telah dilakukan sejak dini. Hasilnya, empat kecamatan masuk kategori potensi kekeringan sedang atau zona kuning.

Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Rowosari, Meteseh, Bulusan, dan Mangunharjo di Kecamatan Tembalang; Kelurahan Wonosari di Kecamatan Ngaliyan; Kelurahan Mangkang, Mangkang Kulon, dan Mangkang Wetan di Kecamatan Tugu; serta Kelurahan Sadeng, Cepoko, dan Sukorejo di Kecamatan Gunungpati.

“Kalau merah itu potensi kekeringannya sangat rawan. Untuk saat ini kategorinya masih sedang,” ujar Endro, Selasa (7/7/2026). 

Meski statusnya belum memasuki level tertinggi, BPBD telah mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan. Hingga kini, tujuh tangki air bersih sudah didistribusikan kepada masyarakat.

Untuk menghadapi kemungkinan kebutuhan yang terus meningkat, BPBD juga menyiagakan sekitar 100 tangki air bersih yang siap diterjunkan kapan saja selama musim kemarau berlangsung. Selain mengandalkan anggaran daerah, BPBD menggandeng sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna memastikan pasokan air bersih tetap terjaga.

Ia memastikan bantuan akan segera dikirim begitu BPBD menerima laporan dari pemerintah kelurahan. Untuk itu, warga tak perlu panik jika mulai mengalami krisis air bersih. 

“Kelurahan cukup menyampaikan lokasi dan kontak yang bisa dihubungi. Setelah itu kami akan mengirim armada tangki air bersih ke lokasi,” tuturnya.

BPBD memprediksi kebutuhan air bersih akan meningkat pada Agustus hingga September seiring puncak musim kemarau. Karena itu, warga di wilayah rawan diminta segera melapor melalui kelurahan apabila mulai kesulitan memperoleh air bersih.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Semarang Siaga Kemarau, Belasan Kelurahan Masuk Zona Rawan Kekeringan  | Monitor Indonesia