BREAKINGNEWS

Dugaan Bullying Gegerkan Pati, Dua Jari Siswa MTs Putus, Polisi dan Kemenag Turun Tangan

Dugaan Bullying Gegerkan Pati, Dua Jari Siswa MTs Putus, Polisi dan Kemenag Turun Tangan
Dugaan Bullying Gegerkan Pati, Dua Jari Siswa MTs Putus, Polisi dan Kemenag Turun Tangan

Pati, MI – Dugaan kasus perundungan (bullying) terhadap seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggegerkan publik. Korban berinisial AF (13) mengalami luka berat hingga dua jari tangan kirinya putus setelah diduga dikejar sejumlah kakak kelas dan terjepit pagar sekolah.

Kasus ini menjadi sorotan setelah video kondisi korban saat menjalani perawatan beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, korban mengaku berusaha menyelamatkan diri dengan memanjat pagar sekolah ketika diduga dikejar tiga siswa yang lebih senior. Nahas, tangannya terjepit hingga mengakibatkan dua jarinya putus.

Pendamping korban dari Astuti Foundation, Padina Mahardikasari, mengatakan pihaknya menerima laporan dari keluarga korban dan kini memberikan pendampingan hukum serta psikologis.

Menurut Padina, korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit sejak insiden yang terjadi pada Senin (27/7/2026) dan baru diperbolehkan pulang pada Jumat (31/7/2026).

Pihak keluarga juga menyoroti penanganan pascakejadian. Mereka mengaku kecewa karena bagian jari korban yang putus disebut sempat dikuburkan di lingkungan sekolah, sementara pihak sekolah dinilai tidak menunjukkan perhatian yang memadai kepada korban.

Padina menyebut dugaan bullying menjadi dasar laporan yang telah disampaikan kepada kepolisian. Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan korban, sejumlah siswa diduga berada di lokasi ketika tangan korban terjepit, namun tidak segera membantu melepaskan pagar.

Kasus tersebut kini telah dilaporkan dan tengah ditangani aparat kepolisian.

Di sisi lain, Kepala MTs Safi'i membantah insiden itu merupakan tindakan perundungan. Ia menegaskan peristiwa tersebut murni kecelakaan yang terjadi setelah salat Zuhur saat korban memanjat pagar sekolah hingga tangannya terjepit.

Menurutnya, pihak sekolah langsung membawa korban ke rumah sakit sesaat setelah kejadian dan telah memberikan pendampingan kepada korban.

Mencuatnya kasus ini membuat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati turun langsung ke sekolah untuk melakukan klarifikasi dan meninjau lokasi kejadian.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati Ahmad Syaiku menyatakan pihaknya prihatin atas insiden tersebut dan masih mengumpulkan fakta sebelum memberikan kesimpulan. Sementara itu, Polresta Pati memastikan laporan korban sedang didalami untuk mengungkap kronologi sebenarnya, termasuk memastikan ada atau tidaknya unsur perundungan dalam peristiwa tersebut.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Dugaan Bullying Gegerkan Pati, Dua Jari Siswa MTs Putus, Polisi dan Kemenag Turun Tangan | Monitor Indonesia