BREAKINGNEWS

Peternak Ayam di Temanggung Protes, 5.500 Ekor Ayam Dibagikan Gratis

Peternak Ayam di Temanggung Protes, 5.500 Ekor Ayam Dibagikan Gratis
Aksi unjuk rasa peternak ayam di Temanggung.

Temanggung, MI — Ratusan peternak ayam menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Alun-alun Temanggung, Jawa Tengah, Senin (10/8/2026). Mereka memprotes tingginya harga pakan yang dinilai semakin mencekik usaha peternakan, sementara harga telur di tingkat peternak justru anjlok.

Sekitar 550 peternak dari berbagai wilayah Kabupaten Temanggung turun ke jalan menyampaikan keresahan mereka. Aksi tersebut kemudian diwarnai pembagian 5.500 ekor ayam secara gratis kepada masyarakat sebagai simbol keprihatinan atas kondisi peternak yang disebut semakin terpuruk.

Pembagian ayam sontak mengundang ribuan warga untuk datang ke lokasi. Warga berdesakan hingga saling tarik demi mendapatkan ayam yang dibagikan para peternak.

Dalam waktu kurang dari 20 menit, seluruh ayam yang disiapkan untuk aksi tersebut ludes dibawa warga.

Salah seorang warga, Nisa, mengaku rela berdesakan demi mendapatkan ayam gratis. Ia membawa pulang dua ekor ayam yang akan dimasak untuk kebutuhan keluarga.

"Harus desak-desakan dan ditarik-tarik. Tadi ada yang dapat banyak. Ini mau dimasak opor. Dapat dua ekor. Senang ya, dapat ayam gratis," kata Nisa.

Di balik aksi bagi-bagi ayam tersebut, para peternak membawa tuntutan serius. Mereka menilai tingginya harga bahan baku pakan sudah tidak sebanding dengan harga jual telur.

Penanggung jawab aksi sekaligus peternak ayam, Buyung Adi Nugroho, mengatakan pembagian ribuan ayam bukan sekadar kegiatan sosial. Aksi itu merupakan bentuk protes dan simbol keprihatinan terhadap kondisi peternak.

"Ini aksi simpati dari teman-teman peternak. Dalam kondisi terpuruknya peternak kita membagikan ayam sejumlah 5.500-an ekor. Itu tersebar dari seluruh anggota peternakan kita di Kabupaten Temanggung," ujar Buyung.

Menurutnya, peternak semakin kesulitan menyediakan pakan karena harga bahan bakunya terus tinggi. Pada saat yang sama, harga telur justru berada di bawah harga acuan.

Harga telur di tingkat peternak saat ini sekitar Rp21.500 per kilogram, sedangkan harga acuan berada di kisaran Rp24.000.

"Teman-teman peternak sudah tidak mampu memberikan makan ke ayam dengan tingginya bahan baku pakan kita, ditambah dengan kondisi harga telur yang lagi terpuruk. Akhirnya kita melakukan aksi damai bersama ini," katanya.

Para peternak menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Jika tidak ada intervensi terhadap persoalan harga pakan dan telur, keberlangsungan usaha peternakan rakyat dinilai semakin terancam.

Dalam aksi tersebut, peternak juga menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung. Mereka meminta pemerintah daerah mengawal tuntutan peternak hingga pemerintah pusat.

"Kita berharap pimpinan daerah kita mengawal hasil audiensi yang sudah kita lakukan sebelumnya. Kami berharap teman-teman dari pimpinan daerah ikut memperhatikan dan mengawal aspirasi kita bersama," jelas Buyung.

Aksi di Temanggung merupakan bagian dari gerakan peternak yang dilakukan di sejumlah daerah. Gerakan serupa digelar serentak di delapan kabupaten sentra peternakan di Jawa Tengah.

Aksi tersebut bahkan meluas ke sejumlah daerah di luar Jawa, termasuk Sumatera Selatan dan Lampung. Khusus Jawa Tengah, peternak menyiapkan sekitar 50 ribu ekor ayam untuk dibagikan kepada masyarakat.

"Untuk kegiatan ini inisiasinya berawal dari Jawa Tengah. Untuk total yang kita bagi di seluruh Jawa Tengah itu 50.000 ekor, tersebar dari beberapa kabupaten," ungkap Buyung.

Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan pemerintah daerah telah menerima aspirasi para peternak dan meneruskannya kepada pemerintah pusat.

Pemkab Temanggung telah mengirimkan surat kepada Kementerian Pertanian pada 7 Agustus 2026. Pemerintah daerah juga sebelumnya melakukan audiensi dengan perwakilan peternak telur.

"Beberapa hal yang tadi disuarakan sudah kita tindak lanjuti untuk berkirim surat kepada kementerian terkait, dalam hal ini Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Surat yang kita kirim tertanggal 7 Agustus 2026," kata Agus.

Agus menegaskan pemerintah daerah tidak ingin berhenti pada pengiriman surat. Pemkab bersama DPRD dan Forkopimda Temanggung akan terus mengawal persoalan tersebut.

"Tentunya dalam hal ini kami tidak hanya sekadar surat. Pemerintah Kabupaten Temanggung bersama jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Temanggung dan Forkopimda akan terus mengawal," ujarnya.

Menurut Agus, persoalan paling mendesak yang dihadapi peternak adalah ketimpangan antara biaya pakan dan harga jual telur.

"Salah satunya yang paling krusial adalah keluhannya dan harga pakan yang memang tinggi dan sudah tidak bisa ditolerir dengan harga jual telur yang relatif rendah. Memang ada diferensiasi antara harga pakan dengan penjualan telur para peternak," pungkasnya.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Peternak Ayam di Temanggung Protes, 5.500 Ekor Ayam Dibagikan Gratis | Monitor Indonesia