BREAKINGNEWS

Dua Kubu Keraton Solo Memanas, Prosesi Sekaten Diwarnai Adu Mulut dan Saling Dorong

Dua Kubu Keraton Solo Memanas, Prosesi Sekaten Diwarnai Adu Mulut dan Saling Dorong
Adu mulut di kraton Solo

Solo, MI– Konflik internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali mencuat. Dua kubu yang sama-sama mengatasnamakan kepemimpinan keraton terlibat ketegangan menjelang penabuhan Gamelan Sekaten di Masjid Agung Solo, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026).

Ketegangan terjadi sejak prosesi miyos atau pengeluaran dua perangkat gamelan dari kompleks keraton hingga gamelan ditempatkan di Bangsal Pradangga atau Pagongan.

Situasi memanas ketika GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, putri mendiang Pakubuwono XIII, bersama sejumlah orang berupaya masuk ke Bangsal Pagongan sisi selatan.

GKR Timoer mempersoalkan pemindahan gamelan yang disebutnya dilakukan tanpa izin PB XIV Hamangkunagoro.

Adu mulut kemudian terjadi antara GKR Timoer dan abdi dalem dari kubu PB XIV Hangabehi yang berjaga di lokasi. Ketegangan bahkan sempat diwarnai aksi saling dorong.

Meski demikian, kericuhan tidak berlangsung lama. Prosesi adat tetap dilanjutkan dan dua perangkat gamelan Sekaten, Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari, akhirnya ditempatkan di Masjid Agung Solo.

Perseteruan juga terlihat dari perbedaan agenda kedua kubu. Kubu PB XIV Hamangkunagoro menjadwalkan prosesi miyos pada pukul 08.00 WIB, sedangkan kubu PB XIV Hangabehi menetapkan pukul 10.00 WIB.

Perbedaan kembali terjadi pada jadwal penabuhan gamelan. Kubu Hamangkunagoro menjadwalkannya pukul 13.00 WIB, sementara kubu Hangabehi pukul 14.00 WIB.

Pada akhirnya, prosesi miyos dan ngungel atau penabuhan gamelan dilaksanakan kubu PB XIV Hangabehi.

Sementara kubu PB XIV Hamangkunagoro memilih menggelar wilujengan atau doa bersama di Masjid Agung Solo. Mereka juga membagikan telur dan daun sirih kepada pengunjung.

GKR Timoer tidak banyak memberikan penjelasan terkait kedatangannya ke lokasi. Namun, ia menegaskan persoalan utama yang dipermasalahkan adalah pemindahan gamelan.

“Yang jelas mereka mengambil gamelan tanpa izin Sinuhun," katanya.

Pernyataan tersebut dibantah kubu PB XIV Hangabehi. Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) KPH Eddy Wirabhumi menegaskan seluruh rangkaian Sekaten telah dikoordinasikan dengan PB XIV Hangabehi dan instansi terkait.

“Seluruh rangkaian acara Sekaten ini kami selenggarakan bersama Sinuhun (PB XIV Hangabehi) dan instansi terkait," lanjutnya.

Eddy mengatakan PB XIV Hangabehi sebenarnya dijadwalkan hadir dalam prosesi tersebut, tetapi masih mencari waktu yang tepat.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Dua Kubu Keraton Solo Memanas, Prosesi Sekaten Diwarnai Adu Mulut dan Saling Dorong | Monitor Indonesia