Surabaya, MI – Tim SAR gabungan masih terus melanjutkan pencarian korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan timur laut Sumenep, Jawa Timur. Hingga Senin (3/8/2026), Basarnas menyatakan belum dapat memastikan jumlah pasti penumpang kapal karena proses verifikasi manifes masih berlangsung.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengungkapkan sejauh ini sebanyak 234 korban telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 229 orang ditemukan selamat, sedangkan lima orang meninggal dunia.
Meski demikian, Basarnas belum bisa memastikan apakah seluruh penumpang telah ditemukan karena data manifes masih dicocokkan dengan berbagai pihak.
"Sampai saat ini kami telah mengevakuasi 229 orang dalam kondisi selamat dan lima meninggal dunia. Untuk jumlah keseluruhan penumpang masih dalam proses pendataan karena pada saat kejadian kondisi laut tidak memungkinkan sehingga membutuhkan waktu untuk memastikan data secara akurat," kata Yudhi.
Ia menjelaskan, cuaca buruk dan gelombang tinggi saat proses evakuasi membuat pendataan korban tidak dapat dilakukan secara maksimal sejak awal, sehingga verifikasi harus dilakukan secara bertahap.
Operasi pencarian juga diperkuat oleh TNI Angkatan Laut. Panglima Koarmada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya mengatakan KRI Nala-363 berhasil mengevakuasi 32 korban, terdiri atas 30 orang selamat dan dua korban meninggal dunia.
"KRI Nala pagi ini membawa 32 korban, terdiri atas 30 orang selamat dan dua meninggal dunia. Sementara KRI Bung Hatta masih berada di lokasi untuk melanjutkan pencarian korban yang kemungkinan masih hidup," ujarnya.
Selain mengerahkan dua kapal perang, TNI AL juga mengoperasikan pesawat patroli maritim CASA NC-212-200 guna memperluas penyisiran dari udara.
Basarnas bersama TNI AL, Polairud, KPLP, dan sejumlah instansi terkait terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kebakaran sekaligus memverifikasi data manifes penumpang agar jumlah korban dapat dipastikan secara akurat.
Hingga kini, operasi SAR masih berlangsung dan petugas terus menyisir area perairan untuk mencari kemungkinan korban lain yang belum ditemukan.**
