Malang, MI – Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas hingga mendekati savana Gunung Bromo. Tim gabungan kini berpacu dengan waktu untuk menahan laju api agar tidak menghanguskan hamparan padang savana yang menjadi salah satu ikon wisata nasional.
Balai Besar TNBTS mengungkapkan titik api yang sebelumnya berada di kawasan Blok Bantengan dan Jantur, Kabupaten Lumajang, kini telah bergerak turun menuju kawasan savana Bromo.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan perkembangan di lapangan menunjukkan kobaran api sudah mengancam kawasan savana.
"Terakhir, tim lapangan menyampaikan api sudah akan merembet ke savana," kata Endrip.
Untuk mencegah kebakaran semakin meluas, petugas menerapkan strategi pembuatan sekat bakar dengan membersihkan vegetasi di jalur yang diperkirakan akan dilalui api.
"Agar wilayah terdampak tidak meluas, kami membuat sekat bakar dengan lebar 5 sampai 10 meter," ujarnya.
Selain membangun sekat bakar, tim gabungan juga melakukan pemadaman menggunakan metode gebyok serta peralatan jet shooter guna menekan penyebaran api di tengah kondisi musim kemarau yang mempercepat kebakaran.
Menurut Endrip, metode sekat bakar sejauh ini terbukti cukup efektif menahan laju api agar tidak menjalar ke area yang lebih luas.
Meski upaya pemadaman terus dilakukan, Balai Besar TNBTS belum dapat memastikan luas kawasan yang telah terbakar. Pendataan masih berlangsung karena titik api terus bergerak dari lokasi awal menuju kawasan savana.
Sebelumnya, kebakaran hutan di kawasan TNBTS juga memaksa penutupan tiga jalur masuk wisata Gunung Bromo demi menjamin keselamatan pengunjung dan memudahkan proses penanganan kebakaran.
Petugas masih bersiaga di lapangan untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mengantisipasi penyebaran lebih lanjut yang berpotensi mengancam kawasan konservasi dan destinasi wisata unggulan tersebut.**
