BLITAR, MI - Pemerintah Kota Blitar resmi membuka layanan Makam Bung Karno (MBK) selama 24 jam. Kebijakan ini tidak hanya memperluas akses masyarakat untuk berziarah ke makam Proklamator Republik Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Blitar mengembangkan wisata sejarah dan religi pada malam hari.
Layanan MBK 24 jam mulai diberlakukan bertepatan dengan rangkaian tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Blitar, pada Sabtu (15/82026) lalu.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, pembukaan layanan 24 jam merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat dan wisatawan yang ingin berziarah, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu.

Menurutnya, kebijakan tersebut juga memiliki momentum khusus karena bertepatan dengan peringatan wafatnya Bung Karno yang dalam penanggalan Jawa diperingati pada Minggu Kliwon.
“Bertepatan wafat beliau, maka Pemerintah Kota Blitar membuka MBK 24 jam, sehingga memfasilitasi seluruh masyarakat, para peziarah untuk bisa datang ke Kota Blitar menziarahi Bung Karno kapan pun, baik pagi, siang maupun malam,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya yang diterima Monitoindonesia.com, pada Senin (17/8/2026).
Wali Kota yang akrab disapa Mas Ibin itu menegaskan, pembukaan layanan Makam Bung Karno selama 24 jam telah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga Bung Karno.

Pemkot Blitar juga menyiapkan kegiatan doa rutin setiap Minggu Kliwon yang ditujukan kepada arwah Bung Karno. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah kekhidmatan suasana ziarah sekaligus menjadi bagian dari penghormatan terhadap jasa-jasa Sang Proklamator.
Dengan layanan 24 jam tersebut, masyarakat dari luar daerah yang baru tiba di Blitar pada malam hari kini tidak perlu lagi menunggu hingga pagi untuk berziarah.
Kebijakan ini sekaligus memberikan fleksibilitas bagi wisatawan dalam mengatur waktu kunjungan, terutama bagi mereka yang memiliki agenda perjalanan padat pada siang hari.
Pemkot Blitar melihat dibukanya MBK selama 24 jam sebagai peluang untuk memperkuat aktivitas wisata sejarah dan religi pada malam hari.
Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat membentuk pola kunjungan baru di kawasan Blitar Raya. Wisatawan dapat menikmati destinasi wisata alam di Kabupaten Blitar pada pagi hingga siang hari, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kota Blitar pada sore atau malam hari.
Makam Bung Karno menjadi salah satu destinasi yang dapat dikunjungi wisatawan untuk menikmati wisata sejarah dan religi sekaligus mengenang perjalanan perjuangan Bung Karno.
“Ini juga membuka pola kunjungan wisata di Blitar Raya. Wisatawan bisa menikmati wisata alam di Kabupaten Blitar pada pagi sampai siang, kemudian malam harinya bisa datang ke Kota Blitar untuk menikmati wisata sejarah dan religi,” jelasnya.
Dengan konsep tersebut, Pemkot Blitar berharap keberadaan layanan MBK 24 jam dapat memberikan dampak lebih luas terhadap sektor pariwisata, termasuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Selama ini, Makam Bung Karno dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan religi utama di Kota Blitar. Tempat tersebut tidak hanya menjadi lokasi peristirahatan terakhir Bung Karno, tetapi juga menjadi salah satu tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk berziarah dan mengenang jasa Sang Proklamator.
Pembukaan layanan selama 24 jam memberikan dimensi baru terhadap kunjungan ke kawasan tersebut. Masyarakat kini memiliki pilihan waktu yang lebih fleksibel, sementara wisatawan dapat memasukkan kunjungan ke Makam Bung Karno dalam agenda perjalanan malam mereka.
Pemkot Blitar berharap kebijakan ini dapat memperkuat posisi Kota Blitar sebagai salah satu tujuan wisata sejarah dan religi di Jawa Timur, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem wisata malam yang tetap mengedepankan nilai sejarah, ketertiban, kenyamanan, dan kekhidmatan kawasan Makam Bung Karno.
Dengan demikian, pembukaan MBK selama 24 jam bukan sekadar perubahan jam layanan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkot Blitar memperluas akses ziarah sekaligus mengembangkan potensi wisata sejarah dan religi yang dapat dinikmati masyarakat hingga malam hari.(JK/Adv)
