BREAKINGNEWS

Karhutla Mengganas di Kalimantan Tengah, 323 Kebakaran Hanguskan Ratusan Hektar

Karhutla Mengganas di Kalimantan Tengah, 323 Kebakaran Hanguskan Ratusan Hektar
Kebakaran hutan dan lahan.

Palangka Raya, MI– Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi Kalimantan Tengah. Hingga 22 Juni 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah mencatat 323 kejadian karhutla dengan total 456,78 hektare lahan terbakar, menjadikannya bencana paling dominan di provinsi tersebut sepanjang tahun ini.

Menghadapi lonjakan kasus, BPBD mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan sebagai langkah darurat untuk menekan penyebaran api, terutama di kawasan gambut yang mulai mengering akibat musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan secara keseluruhan telah terjadi 516 bencana di wilayahnya, dengan karhutla menjadi penyumbang terbesar.

"Karhutla menjadi bencana yang paling dominan dengan 323 kejadian dan total luas lahan terbakar mencapai 456,78 hektare. Kami terus melakukan kesiapsiagaan penuh di lapangan bersama tim gabungan," ujar Toyib.

Data BPBD menunjukkan Kota Palangka Raya menjadi daerah dengan jumlah kebakaran tertinggi, yakni 144 kejadian. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 50 kejadian, disusul Kabupaten Barito Utara sebanyak 43 kejadian.

Untuk menekan risiko kebakaran yang semakin meluas, BPBD mengoperasikan pesawat C208B-EX guna menyemai awan menggunakan bahan natrium klorida (NaCl). Langkah ini diharapkan mampu memicu hujan sehingga kelembapan lahan tetap terjaga dan potensi kebakaran dapat ditekan.

"Operasi penaburan bahan semai NaCl terus kami lakukan agar tingkat kemudahan lahan terbakar tidak semakin parah," kata Toyib.

Operasi hujan buatan difokuskan di sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, antara lain Barito Selatan, Katingan, hingga Kotawaringin Timur. Upaya tersebut dilakukan karena Kalimantan Tengah masih berstatus Siaga Darurat Bencana Karhutla yang berlaku sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026.

Sementara itu, kondisi di lapangan masih memerlukan kewaspadaan tinggi. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya mendeteksi 32 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah kabupaten.

Prakirawan BMKG, Renianata, menjelaskan titik panas terbanyak berada di Kapuas dan Lamandau yang masing-masing mencatat delapan hotspot, disusul Gunung Mas enam titik, Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur masing-masing tiga titik, Barito Utara dua titik, serta Katingan satu titik.

Meski prakiraan cuaca masih menunjukkan peluang hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah, BPBD dan BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Di tengah musim kemarau, satu titik api saja dapat berkembang menjadi kebakaran besar yang sulit dikendalikan, terutama di kawasan gambut yang mudah terbakar.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Karhutla Mengganas di Kalimantan Tengah, 323 Kebakaran Hangu | Monitor Indonesia