Kutai Timur, MI— Tim gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap seorang karyawan PT DAN DSN Group yang dilaporkan tenggelam dan hanyut di Sungai Melenyu 2, Afdeling LA, Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur.
Korban diketahui bernama Rifki (22), seorang pekerja pemanen di PT DAN DSN Group. Hingga hari kedua pencarian, korban masih belum ditemukan.
Informasi yang diterima Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kutai Timur dari Polsek Muara Wahau menyebutkan, pencarian terus dilakukan setelah korban hilang terseret arus sungai saat berenang bersama rekan-rekannya.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 16.40 WITA. Korban bersama tiga rekannya awalnya berangkat ke Sungai Melenyu 2 untuk berekreasi.
Saat itu, mereka berenang menyeberangi sungai yang dikenal memiliki arus cukup deras. Setelah sempat beristirahat di seberang sungai, mereka kembali berenang menuju lokasi tenda sekitar pukul 17.00 WITA.
Namun ketika berada di tengah sungai, Rifki diduga kelelahan dan tidak mampu melawan derasnya arus. Korban kemudian hanyut terbawa arus sungai.
Rekan-rekannya sempat berusaha memberikan pertolongan, namun upaya penyelamatan gagal dilakukan akibat kuatnya arus di lokasi kejadian.
Tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, petugas keamanan PT DSN Group, penyelam tradisional, serta masyarakat sekitar langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian. Puluhan personel menyisir aliran sungai dan sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.
Proses pencarian di lapangan menghadapi kendala berat. Arus sungai yang deras menjadi tantangan utama bagi tim SAR sekaligus meningkatkan risiko keselamatan personel yang terlibat dalam operasi.
Selain itu, kondisi cuaca dan karakteristik alam di sekitar sungai turut memperlambat proses pencarian.
FKDM Kutai Timur menegaskan koordinasi antara aparat keamanan, pihak perusahaan, relawan, dan masyarakat terus diperkuat agar korban segera ditemukan.
Masyarakat juga diimbau lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama di lokasi yang memiliki arus deras dan berbahaya.**

