BREAKINGNEWS

Polisi Pastikan Akun Penghina Suku Dayak di Nunukan Palsu, Pelaku Sebenarnya Diburu

Polisi Pastikan Akun Penghina Suku Dayak di Nunukan Palsu, Pelaku Sebenarnya Diburu
Polisi Pastikan Akun Penghina Suku Dayak di Nunukan Palsu, Pelaku Sebenarnya Diburu

Nunukan, MI – Polres Nunukan memastikan akun Facebook bernama "Kopong Wuran Jermianus" yang diduga menyebarkan ujaran kebencian terhadap suku Dayak merupakan akun palsu. Polisi kini memburu pelaku sebenarnya dengan menelusuri identitas di balik akun tersebut melalui penyelidikan digital.

Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan foto profil yang digunakan akun tersebut merupakan milik orang lain. Pemilik foto telah dimintai keterangan dan berstatus sebagai saksi.

"Hasil pemeriksaan sementara, akun tersebut merupakan akun palsu yang menggunakan foto orang lain. Orang yang ada di foto berstatus sebagai saksi karena identitasnya disalahgunakan," kata Ruslaeni, Jumat (7/8/2026).

Ia menegaskan akun Facebook "Kopong Wuran Jermianus" dipastikan bukan akun asli. Karena itu, penyidik masih terus menelusuri siapa pihak yang membuat dan mengoperasikan akun tersebut.

"Facebook 'Kopong Wuran Jermianus' itu fake account," tegasnya.

Kasus dugaan ujaran kebencian berbasis suku itu sebelumnya viral di media sosial dan memicu reaksi keras dari Organisasi Masyarakat Dayak Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kalimantan Utara.

Ketua TBBR DPW Kalimantan Utara, Mangku Muriono Ibit, mendesak Direktorat Reserse Siber Polda Kalimantan Utara bersama Bareskrim Polri mengusut tuntas kasus tersebut melalui pembuktian digital forensik.

Menurutnya, aparat penegak hukum tidak boleh berhenti hanya karena pelaku menggunakan akun palsu atau berdalih akunnya diretas.

"Hukum harus mampu menemukan pelaku yang sebenarnya, bukan berhenti pada identitas akun semata," tegas Mangku.

Polisi memastikan penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap identitas pemilik akun sekaligus mempertanggungjawabkan dugaan penyebaran ujaran kebencian yang dinilai berpotensi memicu konflik antarkelompok masyarakat.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Polisi Pastikan Akun Penghina Suku Dayak di Nunukan Palsu, Pelaku Sebenarnya Diburu | Monitor Indonesia