Lampung, MI — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali meningkat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung api tersebut mengalami enam kali erupsi hanya dalam waktu sekitar tiga jam, Senin (17/8/2026).
Erupsi terjadi sejak pukul 12.22 WIB hingga 15.15 WIB. Kolom abu vulkanik yang teramati mencapai ketinggian 100 hingga 400 meter di atas puncak atau sekitar 307 hingga 557 meter di atas permukaan laut.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan Andi Suwardi mengatakan seluruh aktivitas erupsi terekam seismograf dengan amplitudo yang bervariasi.
“Aktivitas ini terjadi sejak kemarin dan siang hingga sore ini dari pengamatan kami tercatat terjadi enam kali erupsi yang terekam di seismograf dengan amplitudo bervariasi,” kata Andi.
Menurut Andi, aktivitas erupsi masih dipengaruhi proses vulkanik di dalam tubuh gunung. Pasokan magma, tekanan gas, dan aliran cairan panas terus mendorong material menuju permukaan.
Meski aktivitas erupsi meningkat, kondisi GAK masih dinilai dalam kategori aman bagi masyarakat selama ketentuan zona bahaya dipatuhi.
Namun, PVMBG menegaskan status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawasan kawah aktif.
“Aktivitas Gunung Anak Krakatau sampai saat ini masih berada pada Level III (Siaga). Kami mengimbau masyarakat, wisatawan, tidak mendekati apalagi melakukan aktivitas di Gunung Anak Krakatau dengan radius 3 kilometer dari kawah aktif,” tegas Andi.
Rangkaian erupsi tersebut menunjukkan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tinggi dan perlu dipantau ketat. Masyarakat diminta tidak mendekati zona berbahaya serta mengikuti setiap informasi resmi dari PVMBG untuk menghindari risiko akibat perubahan aktivitas vulkanik.**
