BREAKINGNEWS

Tak Sekedar Belajar, Abubakar Abdullah Dorong Sekolah SMK Jadi Lumbung Pangan

Tak Sekedar Belajar, Abubakar Abdullah Dorong Sekolah SMK Jadi Lumbung Pangan
Kadikbud Malut, Abubakar Abdullah meninjau tanaman Nanas Bogor di Sekolah SMK Negri 2 Halut (Foto: Istimewa)

Sofifi, MI - Kadikbud Malut, Abubakar Abdullah memantau secara langsung perkembangan program ketahanan pangan di sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat menghadiri kegiatan iftar dan silaturahmi bersama pelajar serta tenaga kependidikan di Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium SMA Negeri 4 Malifut tersebut dihadiri pengurus OSIS dari SMA, SMK, dan SLB, serta para kepala sekolah, bendahara sekolah, dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan se-Kabupaten Halmahera Utara.

Sebelum kegiatan buka puasa bersama, agenda diawali dengan pertemuan antara kepala sekolah dan bendahara sekolah, pertemuan ini menjadi ruang berbagi pengalaman terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan BOSP dan Bosda.

Diskusi tersebut dipandu langsung oleh Sekretaris Dikbud Malut, dalam forum para peserta saling bertukar pandangan mengenai strategi pengelolaan anggaran sekolah agar lebih efektif, transparan, serta mampu mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Abubakar Abdullah yang didampingi sejumlah kepala bidang juga meninjau perkembangan program ketahanan pangan yang tengah dijalankan oleh beberapa SMK di Halmahera Utara, program ini sebelumnya dicanangkan pada Februari 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pembelajaran berbasis praktik di sekolah kejuruan.

Menurutnya, program ketahanan pangan menjadi salah satu strategi pembelajaran yang tidak hanya menekankan pada aspek teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman nyata dalam bidang pertanian sekaligus memahami proses produksi secara langsung.

Salah satu contoh perkembangan program tersebut terlihat di SMK Negeri 2 Halmahera Utara yang berlokasi di Kecamatan Malifut, sekolah tersebut saat ini tengah mengembangkan budidaya nanas Bogor dengan menanam sekitar 1.000 bibit nanas di lahan praktik siswa.

Dari hasil peninjauan tanaman nanas yang ditanam para siswa menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, jika tidak ada kendala, tanaman tersebut diperkirakan mulai dapat dipanen pada Mei mendatang.

“Program ketahanan pangan yang dijalankan oleh 21 SMK dengan konsentrasi pertanian memiliki manfaat besar bagi proses pembelajaran, siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melakukan praktik langsung di lapangan."

Ia menjelaskan kegiatan praktik seperti ini memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam mengelola komoditas pertanian, mulai dari proses penanaman, perawatan tanaman, hingga tahap panen dan pemasaran.

Selain sebagai media pembelajaran program ketahanan pangan juga diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan siswa sejak dini. Melalui kegiatan ini para siswa dilatih untuk memahami peluang usaha di sektor pertanian serta mengelola hasil produksi secara mandiri.

Abubakar menjelaskan penguatan kewirausahaan di lingkungan SMK menjadi salah satu langkah penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru.

“Program ini juga bertujuan membekali siswa dengan keterampilan kewirausahaan sejak di bangku sekolah. Mereka belajar bagaimana mengelola produksi, menghitung biaya, hingga memahami potensi pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hasil produksi pertanian dari program tersebut juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi sekolah, selama ini sebagian besar operasional sekolah masih bergantung pada dana BOSP dan Bosda.

Dengan adanya kegiatan produksi pertanian sekolah memiliki peluang untuk memperoleh tambahan pendapatan yang dapat mendukung berbagai program pendidikan.

“Selama ini sekolah banyak bergantung pada BOSP dan Bosda. Dengan adanya produksi pertanian, sekolah bisa memiliki sumber penghasilan tambahan sehingga kondisi fiskalnya menjadi lebih sehat,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada April mendatang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut berencana menggelar panen bersama hasil program ketahanan pangan di sejumlah SMK.

Beberapa komoditas yang direncanakan akan dipanen dalam kegiatan tersebut antara lain jagung, kacang tanah, cabai, pepaya, serta berbagai tanaman hortikultura lainnya, untuk komoditas nanas diperkirakan baru dapat dipanen pada Juni mendatang.

Abubakar berharap program ketahanan pangan yang dijalankan SMK tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi juga dapat dikembangkan hingga tahap pemasaran hasil pertanian.

Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara berencana menjalin kerja sama dengan pasar lokal dan pelaku usaha di daerah agar hasil produksi siswa dapat terserap dengan baik.

Melalui kerja sama tersebut diharapkan hasil pertanian yang dihasilkan para siswa dapat dipasarkan secara berkelanjutan, sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam memahami rantai distribusi produk pertanian.

“Ke depan kami akan berupaya membangun kerja sama dengan pasar lokal agar hasil produksi siswa dapat terserap. Ini penting untuk memperkuat ekosistem pembelajaran kewirausahaan di sekolah kejuruan,” kata Abubakar.

Abubakar Abdullah juga mengapresiasi berbagai inisiatif sekolah yang mulai mengembangkan lahan praktik pertanian sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran, langkah tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan vokasi yang menekankan pada penguasaan keterampilan praktis.

Dengan adanya program ketahanan pangan ini, ia berharap para siswa SMK di Maluku Utara dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang usaha di sektor pertanian.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru