BREAKINGNEWS

Paritrana Award 2026 Masuk Babak Penentuan, Tiga Daerah Berebut Wakili Malut ke Nasional

Paritrana Award 2026 Masuk Babak Penentuan, Tiga Daerah Berebut Wakili Malut ke Nasional
Sekda Malut, Samsuddin Abdul Kadir memimpin langsung penilaian dan wawancara Paritrana Award 2026 (Foto: Istimewa)

Ternate, MI - Sekretaris Daerah (Sekda) Malut, Samsuddin Abdul Kadir, memimpin langsung penilaian dan wawancara akhir Paritrana Award 2026 tingkat Provinsi Maluku Utara di Hotel Gwen, Ternate, Kamis (23/7/2026). Tahapan ini menjadi penentu bagi pemerintah daerah dan perusahaan yang akan mewakili Maluku Utara pada ajang Paritrana Award tingkat nasional.

Sebagai Ketua Dewan Penilai, Samsuddin Abdul Kadir didampingi Ketua APINDO Malut Gajali Abd Mutalib, Pakar Ekonomi IAIN Ternate Dr. Syaifuddin, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ternate I Wayan Alit Mahendra Putra, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Malut untuk memverifikasi para finalis yang lolos ke tahap akhir.

Samsuddin Abdul Kadir mengatakan, Paritrana Award merupakan agenda tahunan yang digelar BPJS Ketenagakerjaan bersama pemerintah daerah sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen pemerintah dan dunia usaha dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pekerja.

"Penilaian ini mengukur komitmen dan upaya nyata pemerintah daerah maupun perusahaan dalam memastikan pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," ujar Samsuddin.

Pada kategori pemerintah daerah, tiga kabupaten/kota berhasil menembus babak final, yakni Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Tengah, dan Kabupaten Pulau Morotai. Ketiganya dinilai memiliki cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang telah mencapai kisaran 80 hingga 90 persen.

Sementara pada kategori perusahaan menengah dan besar, persaingan menyisakan dua kandidat terbaik, yakni PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan BPRS Bahari Berkesan (BPRS Bobato).

Menurut Samsuddin Abdul Kadir, dewan penilai tidak hanya melihat jumlah pekerja yang didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Keberlanjutan penganggaran, inovasi perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja, hingga kepedulian terhadap masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga menjadi indikator penting.

"Perusahaan yang dinilai juga harus memiliki kepedulian terhadap pekerja rentan di luar lingkungan usahanya, seperti nelayan dan pengemudi ojek, melalui perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang dibiayai dari program CSR," katanya.

Ia menambahkan, pemenang Paritrana Award tingkat Provinsi Maluku Utara akan diumumkan pada 28 Juli 2026. Para pemenang selanjutnya akan mewakili Provinsi Maluku Utara pada ajang Paritrana Award tingkat nasional.

Secara terpisah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ternate, I Wayan Alit Mahendra Putra, mengatakan penilaian tahun ini mengevaluasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan sepanjang Januari hingga Desember 2025. Selain kategori pemerintah daerah dan perusahaan besar, kategori usaha kecil dan menengah (UKM) juga menghadirkan kandidat unggulan, salah satunya Cokelat Sulamina.

Menurut Wayan, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi kunci memperluas perlindungan bagi para pekerja sekaligus mencegah munculnya kemiskinan baru akibat risiko kecelakaan kerja maupun kematian.

"Jika pekerja mengalami musibah tanpa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, dampaknya bukan hanya dirasakan keluarga pekerja, tetapi juga berpotensi menambah angka kemiskinan dan menjadi beban pemerintah daerah," ujarnya.

Ia menambahkan, tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Maluku Utara terus meningkat berkat dukungan regulasi pemerintah daerah, Kejaksaan, Kepolisian, dan pengawas ketenagakerjaan. Namun, tantangan geografis Maluku Utara sebagai daerah kepulauan serta rendahnya literasi masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dibenahi.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Paritrana Award 2026 Masuk Babak Penentuan, Tiga Daerah Berebut Wakili Malut ke Nasional | Monitor Indonesia