Manggarai Barat, MI – Kebakaran besar melanda kawasan sabana Bukit Keranga hingga sekitar Plataran Komodo Resort, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/7/2026).
Sedikitnya 80 hingga 100 hektare lahan sabana hangus dilalap api dalam peristiwa yang berlangsung sejak sore hingga malam hari.
Tim gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api yang terus meluas di kawasan perbukitan tersebut. Sejumlah mobil pemadam kebakaran dan kendaraan penyuplai air diterjunkan guna mencegah api merambat ke area lain, termasuk kawasan wisata dan penginapan di sekitarnya.
Kasat Pol PP Manggarai Barat Yeremias Ontong mengatakan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 100 hektare.
"Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 80 sampai 100 hektare," kata Yeremias.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api pada malam hari. Operasi kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk menghilangkan potensi munculnya api kembali.
"Operasi pemadaman berlangsung hingga api berhasil dikendalikan. Selanjutnya petugas melaksanakan proses pendinginan dengan menyiramkan air secara menyeluruh pada area terdampak untuk menurunkan suhu material yang terbakar dan mencegah penyalaan kembali," ujar Yeremias.
Usai pendinginan, tim gabungan melakukan penyisiran menyeluruh di lokasi kebakaran guna memastikan tidak ada bara api maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
"Setelah proses pendinginan selesai, personel melakukan penyisiran dan pemeriksaan terhadap seluruh area kebakaran guna memastikan tidak terdapat titik api, bara api maupun potensi penyalaan kembali," tambahnya.
Meski menghanguskan hamparan sabana yang luas, kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena lokasi kebakaran berada di kawasan utara Kota Labuan Bajo yang dikelilingi sejumlah hotel, resort, dan destinasi wisata unggulan.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, terutama di tengah musim kemarau ketika vegetasi sabana sangat mudah terbakar.**
