Flores, MI - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) memperketat patroli di permukiman yang ditinggalkan warga setelah gempa Flores. Polisi disiagakan untuk mencegah penjarahan dan pencurian selama masa tanggap darurat.
Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko mengatakan personel diterjunkan hingga ke rumah-rumah warga yang ditinggalkan karena mengungsi.
“Di tengah banyaknya warga yang mengungsi, Polda NTT juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan di permukiman yang ditinggalkan,” ujarnya di Kupang, Senin (17/8/2026).
Seluruh jajaran Polres diperintahkan meningkatkan patroli untuk memastikan rumah dan aset warga tetap aman.
“Kami tidak ingin ada yang memanfaatkan bencana seperti ini dengan melakukan hal-hal yang justru merugikan korban gempa,” kata dia.
Masyarakat juga diimbau tidak memanfaatkan situasi bencana untuk melakukan tindakan melanggar hukum.
Di sisi lain, data BPBD mencatat 7.670 orang mengungsi akibat gempa di Flores. Polda NTT memberi perhatian khusus kepada pengungsi mandiri yang masih berada di lokasi dengan fasilitas terbatas.
Kebutuhan makanan, air bersih, dan obat-obatan menjadi prioritas. Mabes Polri juga menyiapkan tenda, selimut, dan kasur bagi pengungsi yang belum memiliki tempat perlindungan layak.
Penentuan lokasi pengungsian sementara hingga lokasi untuk jangka lebih panjang akan dikoordinasikan Polda NTT bersama BPBD dan pemerintah daerah.
