Biak Numfor, MI - Polisi masih mendalami penyebab ledakan yang terjadi di kompleks perikanan di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5/2026). Ledakan diduga berasal dari sisa bom Perang Dunia II.
Hingga Senin (1/6/2026), insiden tersebut telah menyebabkan lima orang tewas. Sementara itu, tiga korban lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Selain menelan korban jiwa, ledakan juga mengakibatkan 19 warga mengalami luka ringan. Dampak ledakan turut memaksa sedikitnya 55 warga mengungsi dari lokasi terdampak.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan pihaknya belum dapat memastikan penyebab ledakan tersebut. Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi serta memeriksa lokasi kejadian.
"Kami belum bisa menyimpulkan ke arah itu. Namun masih ada dugaan seperti itu berdasarkan informasi yang berkembang di lapangan," kata AKBP Ari.
Untuk mengantisipasi kemungkinan korban tambahan, aparat telah memasang garis polisi di sekitar lokasi ledakan. Warga juga diminta menjauhi area tersebut karena dikhawatirkan masih terdapat material berbahaya yang belum teridentifikasi.
"Kami sudah memasang garis polisi dan mengamankan tempat kejadian perkara. Pengamanan dilakukan bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait," ungkapnya.
Menurut dia, pengamanan akan terus dilakukan hingga proses penyelidikan dan sterilisasi lokasi selesai sepenuhnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan fokus utama aparat saat ini adalah penanganan para korban, evakuasi warga terdampak, serta memastikan keamanan lokasi ledakan sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan korban, proses evakuasi, serta pengamanan lokasi kejadian," jelasnya.
Polda Papua turut mengirimkan 15 personel Gegana Brimob ke Biak pada Senin (1/6/2026). Mereka akan melakukan penyisiran dan pemeriksaan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada lagi bahan peledak yang berpotensi membahayakan warga.
"Fokus adalah pengamanan TKP, jangan sampai masih ada barang-barang lain yang membahayakan baik petugas maupun masyarakat," ungkap Kombes Cahyo.
Sementara itu, aparat gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan pascaledakan. Proses pencarian dilakukan bersamaan dengan sterilisasi lokasi yang hingga kini belum dinyatakan aman sepenuhnya.
Pemerintah daerah juga menyatakan kesiapannya untuk membantu proses pemakaman lima korban yang meninggal dalam peristiwa tersebut.
Kepolisian terus mendalami kasus ini guna mengungkap asal muasal ledakan, kronologi kejadian, serta memastikan ada atau tidaknya faktor lain yang memicu terjadinya tragedi tersebut.

