BREAKINGNEWS

Ibu Hamil 7 Bulan Tewas Tertembak di Intan Jaya, Ribuan Warga Turun ke Jalan Tuntut Perlindungan Sipil

Ibu Hamil 7 Bulan Tewas Tertembak di Intan Jaya, Ribuan Warga Turun ke Jalan Tuntut Perlindungan Sipil
Ibu Hamil 7 Bulan Tewas Tertembak di Intan Jaya, Ribuan Warga Turun ke Jalan Tuntut Perlindungan Sipil

Intan Jaya, MI– Seorang ibu hamil berusia kandungan tujuh bulan, Melkiana Duwitau, tewas setelah terkena tembakan saat berada di dalam rumahnya di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Insiden tragis yang juga merenggut nyawa janin yang dikandungnya itu memicu gelombang protes ribuan warga yang menuntut perlindungan bagi masyarakat sipil di tengah konflik bersenjata yang terus berulang.

Peristiwa terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 21.30 WIT di kawasan Jaringan (J2), Kampung Bilogai. Usai tertembak, Melkiana langsung dievakuasi keluarganya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Intan Jaya di Sugapa.

Namun, meski sempat mendapat penanganan medis, nyawa Melkiana dan bayi yang dikandungnya tidak berhasil diselamatkan.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, peluru yang mengenai korban diduga berasal dari arah sebuah pos militer yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban. Saat kejadian, warga mengaku mendengar rentetan tembakan yang mengarah ke kawasan permukiman di pusat Kota Sugapa.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan mengenai asal peluru maupun kronologi pasti insiden tersebut.

Kematian Melkiana memicu aksi demonstrasi besar di Distrik Sugapa pada Jumat (3/7/2026). Ribuan warga turun ke jalan menyampaikan duka sekaligus memprotes kekerasan bersenjata yang dinilai terus mengancam keselamatan masyarakat sipil.

Dalam rekaman video aksi yang beredar, seorang perwakilan warga menyebut tragedi tersebut menjadi puncak rangkaian kekerasan yang terjadi selama tiga hari terakhir di Intan Jaya.

"Aksi spontan ini merupakan bentuk ungkapan duka dan kekecewaan mendalam masyarakat Intan Jaya terhadap negara serta aparat keamanan. Dalam kurun waktu tiga hari berturut-turut, kekerasan bersenjata terus berulang hingga mengorbankan seorang gembala, dua warga sipil, dan puncaknya seorang ibu yang sedang hamil," ujar perwakilan warga.

Sementara itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, mengklaim pihaknya menerima laporan mengenai tembakan dari arah pos militer menuju kawasan permukiman di Kampung Bilogai dan Wandoga.

TPNPB juga meminta Presiden Prabowo Subianto memindahkan pos-pos militer yang berada di sekitar permukiman warga di Distrik Sugapa guna mengurangi risiko jatuhnya korban sipil ketika terjadi kontak bersenjata. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Hingga berita ini ditulis, Kodam XVII/Cenderawasih, Koops TNI Habema, maupun Polda Papua belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab penembakan maupun dugaan asal peluru yang menewaskan Melkiana Duwitau beserta janin yang dikandungnya. Aparat juga belum menyampaikan hasil penyelidikan atas insiden yang memicu gelombang protes masyarakat tersebut.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Ibu Hamil 7 Bulan Tewas Tertembak di Intan Jaya, Ribuan Warg | Monitor Indonesia