Peringatan Haul Bung Karno, Megawati Nyekar ke Blitar

Aldiano Rifki
Aldiano Rifki
Diperbarui 21 Juni 2024 19:58 WIB
Megawati Soekarnoputri bersama keluarga dan Kader di MBK (Foto: Dok MI/JK)
Megawati Soekarnoputri bersama keluarga dan Kader di MBK (Foto: Dok MI/JK)

Blitar, MI - Ketua Umum Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI Perjuangan), Megawati Soekarnoputri nyekar (berziarah) ke makam ayahnya, pada peringatan haul Presiden pertama RI, Ir Soekarno ke-54 pada Jumat (21/6/2024).

Turut mendampingi Megawati terlihat keluarga lainnya, yakni Sukmawati beserta keluarga lainnya dan cucu-cucu. 

Tampak sejumlah kader PDI Perjuangan antara lain Sekjen Hasto Kristiyanto, Djarot Saiful Hidayat, Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan beberapa kepala daerah dari PDI Perjuangan yakni Walikota Blitar Santoso, Wakil Walikota Surabaya Armuji, Bupati Trenggalek, Bupati Kediri dan beberapa kader lainnya.

Tiba di lokasi, Megawati bersama rombongan langsung melaksanakan doa bersama di makam ayahnya. Para peserta nampak khidmat melantunkan doa-doa di depan makam sang Proklamator.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa kedatangan Megawati di Blitar secara khusus untuk melakukan doa bersama haul Bung Karno dan tidak ada agenda lainnya.

"Ibu Megawati Soekarnoputri bersama jajaran PDI Perjuangan baik dari tingkat pusat maupun di Jawa Timur, nyekar ke makam Bung Karno untuk memperingati wafatnya Proklamator dan Bapak Bangsa kita," ujar Hasto Kristiyanto.

Lebih lanjut, Hasto Kristiyanto menyampaikan, tradisi spiritual yang sangat kuat ini diajarkan oleh Bung Karno bahwa api perjuangan, ide gagasan dan cita-cita perjuangan untuk bangsa dan negara itu akan selalu hidup.

"Meskipun wafat, Bung Karno dimakamkan di Blitar ini, kita melihat sejarah membuktikan, terhadap ide, pemikiran, gagasan Bung Karno yang ditujukan untuk rakyat, bangsa Indonesia dan juga untuk dunia terus mewarnai peradaban dunia ini," terangnya.

Hasto menjelaskan bahwa acara ini layak untuk diteladani oleh generasi muda sebagai bagian dari pembelajaran tentang semangat perjuangan oleh Bung Karno.

"Karena itulah doa sekarang ini ditujukan secara khusus kepada Bung Karno, seluruh api perjuangan yang diwariskan pemikiran-pemikiran beliau, bisa dilanjutkan oleh seluruh anak bangsa kita," pungkasnya. (JK)