BREAKINGNEWS

Pastor Walden Sitanggang: Merawat Kehidupan Pasca TPL Ditutup

Pastor Welden Sitanggang
Alex A. Simatupang, Raja Hasoge Panjaitan, Pastor Walden Sitanggang, Efendy Naibaho, Warto Sinurat dan M. Andi Naibaho (Kiri-kanan) usai pertemuan di Aula Gereja Katolik, Pematang Siantar, Sumut (Foto: Ist)

Tapanuli, MI - Menindaklanjuti Pertemuan sejumlah Aktivis Lingkungan di Resto Op. Herti Balige membahas pemamfaatan eks lahan konsesi Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) seluas 167.912 hectare, pada Sabtu (21/2/2026).

Pertemuan tersebut diinisiasi DR. Asmadi Lubis, Ketua Yayasan Pusuk Buhit: Efendy Naibaho dan tim kembali mengadakan pertemuan bersama delegasi, yakni: Warto Sinurat, Jan Piter serta M. Andi Naibaho, Aktivis Senior Gerakan Ulos dan Penasehat HBB: Raja Hasoge Panjaitan, Direktur Eksekutif Komunitas Peduli Danau Toba, Alex A. Simatupang.

Dalam pertemuan kedua yang berlangsung di aula gedung Pastoran Gereja Khatolik Naga Huta/ Simpang 2 Pematang Siantar, Sumut, Kamis (26/2/2026) tersebut, Ketua yayasan Pusuk Buhit, Efendi Naibaho berinisiatif dan disepakati untuk mendapatkan informasi langsung dari Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Pejuang Ekologis, Pastor Walden Sitanggang sebagai bahan perumusan mengenai pemamfaatan eks lahan konsesisi perusahaan dan nasib eks karyawan TPL tersebut. 

Dihadapan para delegasi, Ketua Sekber, Pastor Walden Sitanggang menegaskan bahwa Sekber berkomitmen masuk ke akar permasalahan, yang sejak awal untuk merawat kehidupan.

Antara lain, kata Walden, pengembalian tanah adat (penyelesaian Konflik agraria) serta pemulihan dampak rentetan bencana alam yang terjadi di Tapanuli Raya dan Kawasan Danau Toba.

Pastor Walden menyatakan, bahwa Pertemuan para aktivis dan rohaniawan telah merumuskan cetak kebijakan (policy print), agar standing position Sekber jadi Mitra Strategis Pemerintah.

Tujuannya adalah tetap konsisten mempengaruhi dan menjaga opini publik dan kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah, termasuk di dalamnya mencari solusi terbaik untuk eks karyawan TPL.

Diharapkan lanjut Walden, agar Ketua Yayasan Pusuk Buhit, Efendy Naibaho dapat berperan aktif memilih dan mengajukan nama-nama tokoh di setiap kabupaten untuk melakukan pengawasan terhadap proses pasca TPL ditutup.

Tokoh masyarakat dari setiap kabupaten, menjadi cikal bakal tim ekologi yang menjadi mitra lokal Sekber, sehingga setiap keputusan yg diambil jangan sampai menimbulkan korban dari pihak manapun. 

Untuk rencana pertemuan Deklarasi Pernyataan Sikap Sekber dan semua elemen masyarakat yang direncanakan tanggal 7 maret 2026 nanti kata Walden, dia berharap terlebih dahulu, diadakan pertemuan pra deklarasi untuk meyamakan persepsi dari semua unsur. 

"Setelah itu kita buatkan semacam pernyataan sikap yang menjadi Topik Deklarasi", kata Walden. 

Walden berpesan, jangan lupa bagwa perkumpulan ini bertujuan merawat kehidupan bersama warga di zona eks konsesi TPL. 

Pastor Walden juga memberi perhatian serius, terhadap nasib eks karyawan TPL yang tercatat di Dinas Tenaga Kerja, penting solusi yang terbaik buat mereka. (M. Aritonang)

Topik:

Reina Laura

Penulis

Video Terbaru

Pastor Walden Sitanggang: Merawat Kehidupan Pasca TPL Ditutu | Monitor Indonesia