Sherly Tjoanda Nyalakan Reformasi Pendidikan, Fokus Benahi Kualitas Guru dan Tata Kelola

Sofifi, MI - Gubernur Malut, Sherly Tjoanda menyatakan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sektor pendidikan di Provinsi Maluku Utara saat ini masih berada di angka 48. Kondisi tersebut mendorong Pemprov Malut untuk melakukan pembenahan menyeluruh guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Menurut Sherly Tjoanda, peningkatan SPM menjadi prioritas yang tengah dikerjakan secara bertahap melalui kolaborasi dengan berbagai pihak profesional. Upaya tersebut difokuskan pada perbaikan kualitas tenaga pendidik, penguatan manajemen tata kelola sekolah, serta optimalisasi pemanfaatan anggaran pendidikan.
"SPM Maluku Utara saat ini di angka 48, kita suda bekerja sama dengan beberapa pihak profesional untuk memastikan SPM Maluku Utara khususnya di pendidikan untuk naik secara bertahap," unkap Sherly Tjoanda pada acara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Sofifi, Selasa (2/5/2026).
Sherly Tjoanda menjelaskan, peningkatan kualitas guru menjadi langkah utama karena berpengaruh langsung terhadap proses pembelajaran di kelas. Di sisi lain, pembenahan tata kelola sekolah dilakukan agar sistem administrasi, pengelolaan program, hingga pengawasan berjalan lebih efektif dan akuntabel.
Pemprov Malut juga menaruh perhatian serius pada penggunaan dana BOSP dan BOSDA. Kedua sumber anggaran tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kebutuhan pendidikan, mulai dari peningkatan kompetensi guru, pengadaan fasilitas, hingga mendukung kegiatan belajar siswa.
“Kami memperbaiki kualitas tenaga pengajar, meningkatkan manajemen tata kelola sekolah, serta mengoptimalkan penggunaan BOSP dan BOSDA agar pemanfaatannya benar-benar maksimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan, baik bagi guru, peserta didik, maupun fasilitas pendidikan,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh langkah tersebut bertujuan untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan secara merata wilayah kepulauan di Maluku Utara.
Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para guru dan tenaga pendidik yang dinilai memiliki peran besar dalam membangun generasi masa depan.
Menurutnya, dedikasi para pendidik sering kali tidak terlihat secara langsung, namun memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di daerah. Karena itu, ia menilai pengabdian tersebut sebagai investasi penting dalam mencetak calon pemimpin Maluku Utara di masa mendatang.
"Dan kadang didikasi tersebut tidak terlihat atau bapak ibu merasa kurang dihargai tapi percaya lah itu investasi terbaik yang bapa ibu lakukan dan sangat menentukan pembentukan pemimpin masa depan Maluku Utara.
Kepada seluruh anak-anak Maluku Utara, belajarlah dengan baik dan bermimpilah besar, karena masa depan Maluku Utara ada di tangan kalian.
Topik:
