Jelang Musrenbang, Sherly Tjoanda Siapkan Arah Pembangunan Malut

Sofifi, MI - Gubernur Malut, Sherly Tjoanda menggelar rapat koordinasi bersama dengan sejumlah pimpinan OPD guna mematangkan kesiapan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota yang dijadwalkan pada 7 Mei 2026.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan instansi teknis seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pendidikan, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Fokus utama pembahasan adalah sinkronisasi data infrastruktur, khususnya kondisi dan kewenangan ruas jalan antara pemerintah kabupaten/kota dan provinsi.
Sherly Tjoanda menegaskan pentingnya penyatuan dan validasi data sebagai dasar perencanaan pembangunan yang terukur dan tepat sasaran, untuk itu perlu mengetahui jumlah ruas jalan, tingkat kerusakan serta berapa banyak yang perlu di tangani oleh perintah provinsi.
“Kita ingin menyamakan data, berapa banyak ruas jalan kabupaten/kota dan provinsi yang rusak, serta berapa yang harus segera ditangani,” ujarnya Sherly Tjoanda saat diwawancarai di kantor Gubernur, Sofifi, (5/5/2026).
Ia menambahkan, data yang akurat menjadi kunci untuk menetapkan target pembangunan infrastruktur jalan hingga tahun 2030. Dengan demikian, pemerintah dapat memprioritaskan penanganan ruas jalan yang menjadi pekerjaan rumah (PR) secara bertahap dan berkelanjutan.
Sherly Tjoanda juga mengungkapkan rencana pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Pulau Taliabu. Meski saat ini belum terdapat ruas jalan berstatus provinsi di wilayah tersebut, pemerintah provinsi berkomitmen untuk tetap melakukan intervensi pembangunan.
“Kita memang belum memiliki ruas jalan provinsi di Taliabu, tetapi tetap akan kita bangun melalui APBD provinsi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, saat ini proses administrasi terkait pengalihan status sejumlah ruas jalan dari kabupaten ke provinsi masih berlangsung, langkah tersebut diperlukan agar pemerintah provinsi memiliki dasar kewenangan untuk melakukan pembangunan.
“Tahun ini kita sudah mengalokasikan sekitar 10 kilometer pembangunan jalan di Taliabu. Namun, proses administrasi pengalihan ruas dari kabupaten ke provinsi masih dalam tahap penyelesaian,” jelasnya.
Topik:
