Kisah Pilu Pelajar SMK di Samarinda, Meninggal karena Sepatu Kekecilan

Samarinda, MI - Seorang pelajar SMK di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal dunia setelah mengalami sakit yang diduga berkaitan dengan penggunaan sepatu yang kekecilan. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus menggambarkan keterbatasan ekonomi yang dialami keluarga korban.
Pelajar bernama Mandala Rizky Syaputra (16) itu mengembuskan napas terakhir pada Jumat (24/4/2026). Ia diketahui merupakan anak yatim yang tinggal bersama sang ibu dan empat saudaranya di Samarinda.
Karena kondisi ekonomi keluarga, Mandala masih menggunakan sepatu lamanya sejak duduk di kelas satu SMK, meski ukuran kakinya terus bertambah. Sepatu tersebut bahkan dimodifikasi dengan tambahan busa agar tetap bisa dipakai.
Diduga, penggunaan sepatu yang tidak lagi sesuai ukuran itu memicu pembengkakan pada kakinya, terlebih saat ia menjalani program magang di sebuah pusat perbelanjaan yang mengharuskannya berdiri dalam waktu lama setiap hari.
Selama hampir satu bulan terakhir, Mandala mengeluhkan rasa nyeri yang semakin parah. Awalnya hanya terasa di kaki, namun kemudian menjalar hingga ke bagian pinggang dan kepala.
Ibu korban, Ratnasari, mengatakan anaknya sempat hanya mengeluhkan sakit ringan. Namun setelah sekitar tiga minggu, kaki korban mulai membengkak dan kondisinya semakin memburuk.
Meski kondisinya sudah sakit, Mandala tetap menjalani aktivitas seperti biasa dan baru beristirahat saat waktu istirahat magang.
Sehari sebelum meninggal, kondisinya semakin memburuk hingga harus mendapat penanganan di klinik setempat karena pembengkakan pada kaki yang dialaminya.
Namun, keesokan harinya Mandala dinyatakan meninggal dunia. Sebelum wafat, ia sempat menyampaikan keinginan terakhirnya untuk memiliki sepatu baru, yang sayangnya belum sempat terwujud.
Pihak sekolah juga turun tangan memberikan perhatian, mulai dari membantu proses pemulasaraan hingga pemakaman jenazah, termasuk menyediakan ambulans.
Topik:
