Jambi, MI - Kebakaran hebat melanda gudang sekaligus pool kendaraan pengangkut BBM nonsubsidi milik PT ASR Petrolin Energi di RT 19, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa itu sempat membuat warga sekitar panik. Kobaran api yang terus membesar membuat warga berlarian keluar rumah.
Lokasi kebakaran berada di area permukiman warga dan hanya berjarak sekitar 100 meter dari titik bor PT Pertamina (Persero). Api yang muncul dari dalam pool kendaraan dengan cepat membesar karena di lokasi terdapat armada dan material terkait pengangkutan BBM.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 19.05 WIB. Setelah mendapat informasi, petugas langsung menuju lokasi kejadian.
“Laporan kami terima pukul 19.05 WIB dan petugas tiba di lokasi sekitar delapan menit kemudian. Saat personel tiba, api sudah membesar di dalam area pagar seng,” ujar Mustari.
Untuk memadamkan api, Damkartan Kota Jambi mengerahkan tujuh unit armada tempur dan suplai. Sebanyak 60 personel juga diterjunkan guna menjinakkan api.
Meski begitu, upaya pemadaman sempat mengalami hambatan. Petugas kesulitan menjangkau lokasi karena akses jalan yang sempit, ditambah banyak warga yang berkerumun untuk melihat kejadian tersebut.
“Sebanyak 60 personel diterjunkan dalam operasi ini. Api berhasil dipadamkan sekitar satu setengah jam kemudian menggunakan 29 ribu liter air dan 150 liter liquid foam,” jelas Mustari.
Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya lima kendaraan hangus terbakar. Kendaraan yang terdampak terdiri dari dua unit mobil tangki BBM non subsidi milik PT ASR Petrolin Energi, satu unit truk modifikasi penyimpan BBM, satu unit mobil truk, dan satu unit pick up.
Mustari menyebut, sumber api diduga berasal dari korsleting mesin genset yang berada dekat truk modifikasi penyimpan BBM. Dugaan ini masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan lebih lanjut.
Ia juga mengungkapkan bahwa di lokasi ditemukan truk yang telah dimodifikasi sebagai tempat penyimpanan BBM cair. Kondisi itu membuat api lebih cepat menyebar ketika kebakaran terjadi.
“Di lokasi ditemukan truk yang telah dimodifikasi untuk menyimpan cairan BBM. Saat terbakar, pipa penyalur dalam kondisi terbuka sehingga BBM tumpah dan api cepat menyambar kendaraan lain,” tuturnya.
Dalam upaya pemadaman, Damkartan Kota Jambi turut berkoordinasi dengan berbagai pihak. PT PLN (Persero) dilibatkan untuk memutus aliran listrik di sekitar lokasi, sementara PT Pertamina (Persero) membantu menyediakan fire foam guna mendukung proses pemadaman api.
Personel TNI dan Polri juga diterjunkan untuk mengamankan area sekitar kebakaran. Selain menjaga lokasi, aparat turut mengatur lalu lintas agar kendaraan pemadam bisa keluar masuk dengan lancar.
Di tengah proses pemadaman, dua petugas Damkartan Kota Jambi mengalami sesak napas dan dehidrasi. Keduanya langsung mendapatkan penanganan dari tim PSC 119.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait total kerugian akibat insiden tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

