Makassar, MI — Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) akan menggelar Muktamar VI pada 22–24 Mei 2026 atau bertepatan dengan 5–7 Dzulhijjah 1447 Hijriah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Agenda tersebut menjadi forum musyawarah tertinggi organisasi sekaligus ajang konsolidasi gerakan dakwah kampus dari berbagai wilayah di Indonesia.
Pelaksanaan muktamar di Makassar memiliki nilai historis tersendiri. Selain dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan gerakan dakwah mahasiswa, kota ini juga menjadi tempat awal berdirinya LIDMI.
Forum nasional tersebut dijadwalkan dihadiri utusan Pimpinan Wilayah (PW) dan Pimpinan Daerah (PD) LIDMI dari seluruh Indonesia. Sejumlah perwakilan Lembaga Dakwah Kampus (LDK), akademisi, tokoh nasional, hingga aktivis dakwah mahasiswa juga direncanakan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua Umum PP LIDMI, Andi Muhamad Shalihin, mengatakan muktamar bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan ruang strategis untuk memperkuat arah gerakan dakwah kampus ke depan.
“Muktamar ini menjadi momentum penting untuk mempererat konsolidasi organisasi sekaligus melanjutkan estafet kepemimpinan kepada generasi berikutnya. Kami berharap forum ini melahirkan gagasan, rekomendasi, dan keputusan terbaik demi penguatan dakwah kampus yang lebih progresif dan memberi manfaat luas bagi umat serta bangsa,” ujarnya.
Muktamar VI PP LIDMI mengangkat tema “Kader Tangguh, Dakwah Meluas: Membangun Gerakan untuk Indonesia Beradab”. Tema tersebut menekankan pentingnya membangun kader dakwah yang memiliki kekuatan spiritual, kapasitas intelektual, serta komitmen kebangsaan di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.
Selain itu, tema tersebut juga mencerminkan harapan agar gerakan dakwah kampus mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia yang berakhlak, adil, dan beradab.
Melalui pelaksanaan Muktamar VI ini, LIDMI diharapkan semakin memperkokoh perannya sebagai wadah sinergi dakwah mahasiswa nasional sekaligus melahirkan kepemimpinan baru yang adaptif dalam menjawab tantangan umat dan masa depan peradaban.

