Bayumas, MI– Motif ekonomi dan ambisi menguasai harta berujung pada aksi pembunuhan sadis yang mengguncang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Seorang pria berinisial A alias D (24) tega menghabisi nyawa nenek kandungnya sendiri yang berusia 81 tahun sebelum membunuh seorang perempuan muda yang diketahui merupakan selingkuhannya.
Pelaku kini telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan berencana terhadap dua korban yang ditemukan tewas di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Jumat (12/6/2026).
Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi mengungkapkan, pembunuhan pertama dilakukan terhadap nenek pelaku berinisial K (81). Aksi keji itu dipicu karena pelaku gagal mendapatkan uang yang dimintanya kepada korban.
"Pelaku datang meminta uang kepada neneknya, tetapi ditolak. Korban justru mengungkit utang yang dimiliki pelaku. Dari situlah muncul niat untuk menghabisi korban," ujar Petrus Minggu (14/6/2026).
Pada Kamis (11/6/2026) malam, pelaku mendatangi rumah korban dan menyerangnya menggunakan palu. Korban dipukul hingga terjatuh sebelum akhirnya dicekik menggunakan tali rafia sampai meninggal dunia.
"Korban pertama dipukul menggunakan palu pada bagian leher, kemudian dicekik menggunakan tali rafia hingga tewas," jelasnya.
Namun aksi brutal itu tidak berhenti sampai di situ. Setelah membunuh neneknya, pelaku disebut telah menyiapkan rencana untuk menghabisi korban kedua, seorang perempuan berinisial AA (18) yang merupakan selingkuhannya.
Pelaku menghubungi korban dan mengajaknya datang ke rumah sang nenek. Setibanya di lokasi, pelaku sengaja memancing pertengkaran dengan berpura-pura melihat pesan WhatsApp dari pria lain di ponsel korban.
Cekcok yang sengaja diciptakan itu kemudian berujung maut. Korban dibunuh setelah pelaku berusaha menguasai telepon genggam dan sepeda motor miliknya.
"Pembunuhan terhadap korban kedua memang sudah direncanakan. Pelaku ingin menguasai barang-barang milik korban," ungkap penyidik.
Kasus ini terungkap setelah warga menemukan dua korban dalam kondisi mengenaskan. Jenazah K ditemukan di dalam sumur, sementara AA ditemukan bersimbah darah di dalam rumah.
Tak butuh waktu lama, polisi berhasil mengidentifikasi dan memburu pelaku hingga akhirnya ditangkap di wilayah Banjarnegara. Saat ini tersangka telah ditahan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.
Penyidik menduga pembunuhan tersebut dilakukan secara terencana dengan motif utama menguasai harta milik para korban. Polisi juga terus mendalami kemungkinan adanya unsur lain yang melatarbelakangi aksi kejahatan tersebut.**

