Banjar, MI– Misteri pembunuhan sadis yang menewaskan seorang perempuan di area persawahan Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, akhirnya terungkap. Polisi menangkap pelaku yang ternyata merupakan tetangga korban sendiri. Motif pembunuhan itu dipicu persoalan sepele: pelaku mengaku sakit hati setelah dihina saat melintas di area sawah milik korban.
Korban, Norlina (37), ditemukan tewas mengenaskan pada 30 Mei 2026 dengan kondisi leher nyaris terputus di kawasan persawahan Dusun Pangkalan. Setelah hampir tiga pekan penyelidikan, Satreskrim Polres Banjar berhasil menangkap pelaku bernama Adul Sakar (60).
Kapolres Banjar AKBP Fadli mengungkapkan, pelaku mengakui seluruh perbuatannya saat diperiksa penyidik. Berdasarkan pengakuan tersebut, aksi pembunuhan bermula ketika pelaku berjalan melintasi sawah tempat korban bekerja.
"Korban mengatakan 'dasar bungul' kepada pelaku karena pelaku menginjak sawah korban bekerja," ujar Fadli dalam konferensi pers di Mapolres Banjar, Senin (22/6/2026).
Ucapan tersebut membuat pelaku tersinggung dan menyimpan rasa marah. Emosi yang memuncak kemudian berubah menjadi aksi brutal yang merenggut nyawa korban.
Menurut polisi, pelaku langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam yang berada di lokasi kejadian dan diduga merupakan milik korban sendiri.
"Karena tidak terima, pelaku menyerang korban," kata Fadli.
Serangan dilakukan secara membabi buta. Pelaku mengayunkan senjata tajam ke bagian leher korban berkali-kali hingga menyebabkan luka sangat parah.
"Hingga leher korban hampir terputus, kemudian juga menyerang anggota tubuh korban beberapa kali," ungkapnya.
Setelah memastikan korban tidak berdaya, pelaku meninggalkan senjata tajam di dekat jasad korban dan melarikan diri dari lokasi kejadian.
Kasus ini sebelumnya sempat menggemparkan warga Kabupaten Banjar. Norlina dilaporkan pergi ke sawah sekitar pukul 15.30 WITA pada hari kejadian. Namun hingga petang ia tidak kunjung pulang ke rumah.
Merasa khawatir, suami korban kemudian menyusul ke area persawahan sekitar pukul 18.30 WITA. Saat itulah korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan luka mengerikan di bagian leher.
Penemuan jasad tersebut memicu keresahan warga dan mendorong aparat kepolisian melakukan penyelidikan intensif. Hasil penyidikan akhirnya mengarah kepada Adul Sakar yang diketahui merupakan tetangga korban dan tinggal di desa yang sama.
Pelaku berhasil ditangkap pada 19 Juni 2026 dan kini telah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Polisi masih melengkapi berkas perkara sebelum kasus tersebut dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut.**
