BREAKINGNEWS

Dinkes Malut Mulai Penataan Kebutuhan SDM Kesehatan, Puskesmas dan RS Jadi Prioritas

Dinkes Malut Mulai Penataan Kebutuhan SDM Kesehatan, Puskesmas dan RS Jadi Prioritas
Kadinkes Malut, Julys Giscard Kroons (Foto: Istimewa)

Sofifi, MI - Dinas Kesehatan Malut mulai melakukan penataan dan analisis menyeluruh terhadap data Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) serta rencana kebutuhan tenaga kesehatan tingkat provinsi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan di tengah masih tingginya kekurangan tenaga kesehatan, terutama di puskesmas dan rumah sakit.

Kegiatan penataan dan analisis data SDMK tersebut berlangsung di Hotel Emerald, Ternate, pada Senin (22/6/2026), dengan melibatkan pihak terkait dalam penyusunan kebutuhan tenaga kesehatan yang lebih terukur dan sesuai kondisi riil di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Malut, dr Julys Giscard Kroons, mengatakan kualitas pelayanan kesehatan sangat ditentukan oleh ketersediaan tenaga kesehatan yang cukup, berkualitas, dan tersebar merata. Karena itu, data SDMK yang akurat menjadi kunci utama dalam menyusun kebijakan dan perencanaan pembangunan kesehatan.

Menurutnya, berdasarkan data tenaga medis dan tenaga kesehatan, Maluku Utara saat ini memiliki 480 dokter, 99 dokter gigi, 436 dokter spesialis, serta 9.946 tenaga kesehatan yang tersebar di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, penyebaran tenaga kesehatan tersebut masih belum merata, sementara kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan tambahan mencapai 183 orang.

“Data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang tepat, sementara data yang tidak akurat dapat menyebabkan kekeliruan dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan,” ujar Giscard dalam sambutannya pada Senin (22/6/2026) 

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinkes Malut melakukan penguatan pengelolaan data melalui Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK) serta menyusun Rencana Kebutuhan SDMK sebagai dasar dalam pengadaan ASN dan PPPK, penugasan khusus, pendayagunaan tenaga kesehatan, peningkatan kompetensi, hingga pemerataan tenaga kesehatan di seluruh wilayah Maluku Utara.

Kegiatan validasi dan sinkronisasi data tersebut melibatkan Dinas Kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), serta unsur organisasi perangkat daerah guna memastikan seluruh data SDMK sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Giscard mengingatkan seluruh pengelola data SDMK agar memiliki komitmen dalam melakukan pemutakhiran data secara berkala, akurat, dan tepat waktu sehingga menjadi dasar yang kuat dalam menentukan kebijakan pembangunan kesehatan.

Sementara Kabid SDM Dinkes Malut, Sarbaini Ajarin, mengungkapkan bahwa hasil analisis sementara menunjukkan Maluku Utara masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan dasar di puskesmas sekitar 46 persen dari kebutuhan ideal.

Menurutnya, kekurangan terbesar terjadi pada tenaga dokter gigi yang seharusnya tersedia di setiap puskesmas. Kondisi tersebut akan menjadi perhatian dalam penyusunan rencana kebutuhan tenaga kesehatan lima tahun ke depan.

Selain itu, Dinkes Malut juga mendorong pemenuhan tenaga dokter spesialis di rumah sakit. Setiap rumah sakit idealnya memiliki tujuh dokter spesialis, terdiri dari empat dokter spesialis dasar dan tiga dokter spesialis penunjang, termasuk spesialis penyakit dalam, anak, dan anestesi.

“Kebutuhan masyarakat saat ini tidak lagi hanya pada pelayanan kesehatan umum, tetapi mulai mengarah pada pelayanan yang lebih spesialistik. Karena itu, pemenuhan dokter spesialis menjadi kebutuhan yang harus dipersiapkan sejak sekarang,” kata Sarbaini.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Dinkes Malut Mulai Penataan Kebutuhan SDM Kesehatan, Puskesm | Monitor Indonesia