BREAKINGNEWS

Taufik Hidayat Ditangkap, Dedi Mulyadi Evaluasi Nasib Sayembara Rp250 Juta

Taufik Hidayat Ditangkap, Dedi Mulyadi Evaluasi Nasib Sayembara Rp250 Juta
Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi.

Garut, MI– Tertangkapnya buronan kasus penyekapan dan penganiayaan perempuan di Kabupaten Bandung, Taufik Hidayat, memunculkan pertanyaan baru terkait kelanjutan sayembara Rp250 juta yang sebelumnya diumumkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dedi menegaskan akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat untuk menentukan mekanisme pemberian hadiah tersebut. Pasalnya, Taufik berhasil diringkus aparat kepolisian, sementara sayembara awalnya ditujukan bagi warga yang memberikan informasi atau membantu menemukan keberadaan pelaku.

“Sayembaranya diumumkan untuk warga yang menemukan. Karena yang menemukan polisi, nanti kita bicarakan dulu. Jangan sampai ada hal yang melanggar aturan karena ini menyangkut aparat,” kata Dedi saat ditemui di Garut, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, keputusan terkait hadiah Rp250 juta harus dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Pembahasan lebih lanjut akan dilakukan bersama jajaran kepolisian setelah proses penangkapan selesai.

Selain menyoroti persoalan sayembara, Dedi juga menegaskan bahwa pelaku harus menerima hukuman yang setimpal dengan penderitaan yang dialami korban. Ia menggambarkan kondisi korban sebagai salah satu kasus kekerasan paling memilukan yang pernah menjadi perhatian publik di Jawa Barat.

“Kalau setimpal dengan perbuatannya, itu berat. Korbannya kehilangan kedua mata, kehilangan bibir, tubuhnya mengalami luka-luka parah. Kalau melihat dampaknya, perbuatannya sangat berat,” ujarnya.

Kasus penyekapan yang menggemparkan publik itu, menurut Dedi, juga harus menjadi momentum evaluasi bagi seluruh elemen masyarakat, terutama pemilik rumah kontrakan dan kos-kosan. Ia menilai pengawasan terhadap penghuni perlu diperketat untuk mencegah tindak kriminal serupa terjadi di kemudian hari.

Dedi meminta setiap pemilik kos mendata identitas penghuni secara lengkap, termasuk menyimpan salinan kartu identitas dan dokumentasi wajah yang dapat diakses oleh pengurus lingkungan setempat.

“Sekarang melapor tidak harus datang langsung. Pemilik kos bisa mengirim data penghuni ke RT, termasuk KTP dan identitasnya. Sistem pengawasan lingkungan harus diperkuat,” tegasnya.

Tak hanya itu, Dedi juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi keberadaan anak-anak, khususnya perempuan. Menurutnya, komunikasi dan perhatian orang tua menjadi benteng awal untuk mencegah anak menjadi korban tindak kejahatan.

“Anak perempuan jangan dilepas begitu saja tanpa pengawasan. Kalau pergi jauh atau menginap di luar, harus dipastikan keberadaannya. Jangan sampai berbulan-bulan tidak diketahui kabarnya,” katanya.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Taufik Hidayat Ditangkap, Dedi Mulyadi Evaluasi Nasib Sayemb | Monitor Indonesia