Kotawaringin Barat, MI– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, meningkatkan kewaspadaan setelah mencatat 67 warga berstatus suspek Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau Flu Singapura hingga Minggu Epidemiologi ke-23 Tahun 2026.
Kepala Dinkes Kobar, Hardino, mengatakan kasus suspek tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan. Rumah Sakit Harapan Insani mencatat jumlah terbanyak dengan 16 kasus, disusul Puskesmas Runtu 15 kasus, Puskesmas Madurejo 13 kasus, Puskesmas Mendawai enam kasus, Puskesmas Kotawaringin Lama dan Puskesmas Kumpai Batu Atas masing-masing lima kasus, RSUD Sultan Imanuddin empat kasus, Puskesmas Riam Durian tiga kasus, serta Puskesmas Pangkalan Lada dua kasus.
"Terjadi peningkatan laporan suspek HFMD dalam beberapa pekan terakhir. Karena itu kami telah menerbitkan surat kewaspadaan kepada seluruh rumah sakit, puskesmas, klinik, dan dokter praktik mandiri agar memperkuat surveilans, mempercepat pelaporan, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat," ujar Hardino.
HFMD merupakan penyakit infeksi virus yang umumnya menyerang bayi dan anak-anak, terutama berusia di bawah 10 tahun. Penularannya dapat terjadi melalui air liur, percikan batuk atau bersin, benda yang digunakan bersama, hingga kontak dengan tinja penderita.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), lonjakan tertinggi terjadi pada Minggu Epidemiologi ke-20 dengan 12 kasus. Setelah itu, laporan tetap tinggi dengan enam kasus pada Minggu ke-21, serta masing-masing sembilan kasus pada Minggu ke-22 dan ke-23.
Untuk menekan penyebaran, Dinkes Kobar telah melakukan konfirmasi kasus, pelacakan kontak erat, penyelidikan epidemiologi, pengambilan sampel, serta sosialisasi pencegahan melalui fasilitas kesehatan. Pengiriman sampel ke Laboratorium Rujukan Banjarbaru masih menunggu ketersediaan reagen pemeriksaan.
Hardino mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam yang disertai ruam atau bintil di tangan, kaki, dan mulut, sariawan, nyeri saat menelan, maupun penurunan nafsu makan.
"Membiasakan cuci tangan memakai sabun, menjaga kebersihan rumah dan sekolah, membersihkan mainan anak secara rutin, serta mengistirahatkan anak yang sedang sakit hingga benar-benar pulih agar rantai penularan dapat diputus," pungkasnya.**
